Program Sekolah Gratis untuk MA Disosialisasikan Pasca Lebaran
Sekretaris Komisi V DPRD Banten, Rifki Hermiansyah saat diwawancarai, belum lama ini. (SYIROJUL UMAM/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifki Hermiansyah mendukung penuh atas pengembangan program sekolah gratis swasta dari Gubernur dan Wakil Gubernur Banten ke tingkat Madrasah Aliyah (MA).
Bahkan program ini akan segera disosialisasikan pasca Idul Fitri 1447 Hijriyah, dan bisa terlaksana untuk tahun ajaran 2026-2027.
"Program ini adalah visi misinya pak Gubernur Andra Sony, dan kami di komisi 5 salut dan berbangga karena setelah pak gubernur dilantik langsung melakukan eksekusi. Sekolah gratis sudah berjalan di tahun ajaran lalu, dan itu baru lingkupnya SMA dan smk swasta saja. Nah di tahun ini juga akan dilengkapi pada tingkat Madrasah Aliyah," katanya, Minggu (8/3).
Ia menjelaskan, saat ini Pemprov Banten dan Kementerian Agama (Kemenag) tengah melakukan sinkronisasi data siswa, yang nantinya akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk program sekolah gratis di tingkat MA.
Langkah berikutnya, Pemprov Banten akan mulai mensosialisasikan ke tiap sekolah MA yang ada di Provinsi Banten, sekaligus menawarkan perjanjian kerjasama program prioritas Gubernur Banten.
"Pasca lebaran ini kami akan sosialisasikan program sekolah gratis ini. Jadi sama seperti SMA swasta sebelumnya, mereka dikasih tawarin kalau mau silahkan, kalau enggak mau ya enggak apa apa kan," ungkapnya.
Ia mengaku, saat ini Pemprov bersama DPRD Banten tengah menyusun skema sosialisasi yang akan diterapkan pada Maret atau April mendatang. Pendekatan kepada pihak MA swasta akan dilakukan secara bertahap untuk melihat kesiapan masing-masing sekolah dalam menandatangani nota kesepahaman.
"Sekarang masih kita buat skema, tapi ya tentu setiap kunjungan kami tipis-tipis juga sosialisasikan," tuturnya.
Menurut Rifki, pihaknya telah menyiapkan anggaran sektiar 165 miliar untuk satu angkatan program sekolah gratis. Namun ia belum bisa memastikan apakah anggaran tersebut dikhususnya untuk tingkat MA, atau termasuk SMA dan SMK swasta.
"Jumlah pastinya nanti saya cek ya, tapi sudah dianggarkan gitu karena ngikutin skema seperti tahun lalu berdasarkan dari jumlah siswa yang mendaftar," paparnya.
Sebelumnya, Gubernur Banten berencana melakukan perluasan jangkauan program hingga ke tingkat MA swasta. Namun langkah besar ini harus dibarengi dengan perhitungan matang.
"Ya karena kita ingin memperluas jangkauannya sampai Madrasah Aliyah. Tapi tentu harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran kita," ungkapnya.
Perluasan program ini diakui akan menggeser porsi anggaran daerah. Meski belanja modal seperti pembangunan fisik berpotensi terpangkas, Andra meyakini investasi pada manusia jauh lebih berharga.
"Konsekuensinya pasti akan berpengaruh pada belanja modal kita yang menurun. Tapi, dampak yang diberikan ke masyarakatnya itu jauh lebih meningkat," jelasnya.
Sumber:

