Bumdes Kadugenep Hasilkan 36 Kilogram Telur/Hari
Kepala Desa Kadugenep, Kecamatan Petir, Muhamad Aopidi mengambil telur yang dipanen dari peternakan ayam petelur milik BUMDes Maju Bersama Desa Kadugenep, Senin (2/3). (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Peternakan ayam petelur milik BUMDes Maju Bersama, di Desa Kadugenep, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, mampu menghasilkan 36 kilogram telur perharinya.
Semua telur yang dihasilkan dijual ke pasaran dan ke agen serta diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, dengan keuntungannya mencapai jutaan rupiah perharinya.
Kepala Desa Kadugenep Muhamad Aopidi mengatakan, berdasarkan aturan yang berlaku pemerintah desa boleh menggunakan anggaran dana desa, hanya sekitar 20 persen yang diperuntukkan ketahanan pangan di wilayahnya.
Sehingga pihaknya membangun peternakan ayam petelur ini menggunakan dana desa sebesar Rp200 juta, sudah termasuk pakan ayam serta upah bagi pekerjanya.
"Kita menganggarkan sesuai dengan aturan yang berlaku, pemerintah desa boleh pakai 20 persen dari anggaran dana desa kurang lebih di Rp200 jutaan kita pakai buat peternakan ini. Lahan ini kita sewa sifatnya, dikelola langsung oleh BUMDes kami," katanya saat ditemui wartawan di kandang ayam, Senin (2/3).
Aopidi mengatakan, peternakan ayam petelur ini sudah kurang lebih tiga bulan dan menghasilkan 36 kilogram telur perharinya, yang kemungkinan dapat bertambah hingga 42 kilogram di bulan berikutnya.
Adapun penjualannya hanya dipasarkan ke pasar lalu agen telur serta diberikan ke masyarakat yang membutuhkan, untuk harganya dijual Rp26 ribu perkilogram.
"Ini baru tiga bulan berjalan, kita jual dengan harga Rp26 ribu ke pasaran maupun agen, kadang kita juga berikan ke masyarakat yang membutuhkan, karena kita harus melayani mereka. Alhamdulillah untuk keuntungannya lumayan, sehari bisa dapat jutaan," ujarnya.
Dikatakan Aopidi, ayam yang dimilikinya sebanyak 800 ekor dan berencana ingin menambah jumlah ayam beserta tempat peternakannya, namun kemungkinan tidak dapat terealisasi hingga enam tahun kedepan sebab adanya pergeseran anggaran untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
"Kita tahu bahwa pemangkasan atau pergeseran dana desa itu sekarang ke koperasi merah putih mungkin sampah enam tahun kedepan, kita agak sulit untuk mengalokasikan atau menambah modal untuk BUMDes," ucapnya.
Disinggung apakah telur yang dihasilkan akan disuplai ke Makan Bergizi Gratis (MBG), kata Aopidi, untuk saat ini belum bisa dilakukan karena permintaannya kecil.
Tetapi ada kemungkinan setelah lebaran Idul Fitri, pihaknya akan memasok telur ke MBG karena permintaannya sudah besar.
"Saat ini memang agak kurang, karena di bulan puasa, tapi setelah lebaran nanti kita pasti akan pasokan untuk ke MBG karena permintaannya sudah banyak lagi," tuturnya. (agm)
Sumber:

