diskominfo
BJB FEBRUARI 2026

Bumdes Kadugenep Hasilkan 36 Kilogram Telur/Hari

Bumdes Kadugenep Hasilkan 36 Kilogram Telur/Hari

Kepala Desa Kadugenep, Kecamatan Petir, Muhamad Aopidi mengambil telur yang dipanen dari peternakan ayam petelur milik BUMDes Maju Bersama Desa Kadugenep, Senin (2/3). (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Peternakan ayam petelur milik BUMDes Maju Ber­sama, di Desa Kadugenep, Keca­matan Petir, Kabupaten Serang, mampu menghasilkan 36 kilogram telur perharinya.

Semua telur yang dihasilkan dijual ke pasaran dan ke agen serta diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, dengan ke­untungannya mencapai jutaan rupiah perharinya.

Kepala Desa Kadugenep Muha­mad Aopidi mengatakan, berdasar­kan aturan yang berlaku peme­rintah desa boleh menggunakan anggaran dana desa, hanya sekitar 20 persen yang diperuntukkan ketahanan pangan di wilayahnya.

Sehingga pihaknya membangun peternakan ayam petelur ini meng­gunakan dana desa sebesar Rp200 juta, sudah termasuk pakan ayam serta upah bagi pekerjanya.

"Kita menganggarkan sesuai dengan aturan yang berlaku, pe­merintah desa boleh pakai 20 persen dari anggaran dana desa kurang lebih di Rp200 jutaan kita pakai buat peternakan ini. Lahan ini kita sewa sifatnya, dikelola langsung oleh BUMDes kami," katanya saat ditemui wartawan di kandang ayam, Senin (2/3).

Aopidi mengatakan, peternakan ayam petelur ini sudah kurang lebih tiga bulan dan menghasilkan 36 kilogram telur perharinya, yang ke­mungkinan dapat bertambah hingga 42 kilogram di bulan berikutnya.

Adapun penjualannya hanya dipasarkan ke pasar lalu agen telur serta diberikan ke masyarakat yang membutuhkan, untuk har­ganya dijual Rp26 ribu perkilogram.

"Ini baru tiga bulan berjalan, kita jual dengan harga Rp26 ribu ke pasaran maupun agen, kadang kita juga berikan ke masyarakat yang membutuhkan, karena kita harus melayani mereka. Alham­dulillah untuk keuntungannya lumayan, sehari bisa dapat jutaan," ujarnya.

Dikatakan Aopidi, ayam yang dimilikinya sebanyak 800 ekor dan berencana ingin menambah jumlah ayam beserta tempat peter­nakannya, namun kemungkinan tidak dapat terealisasi hingga enam tahun kedepan sebab adanya per­geseran anggaran untuk Ko­perasi Desa Merah Putih (KDMP).

"Kita tahu bahwa pemangkasan atau pergeseran dana desa itu sekarang ke koperasi merah putih mungkin sampah enam tahun kedepan, kita agak sulit untuk mengalokasikan atau menambah modal untuk BUMDes," ucapnya.

Disinggung apakah telur yang dihasilkan akan disuplai ke Makan Bergizi Gratis (MBG), kata Aopidi, untuk saat ini belum bisa dilakukan karena permintaannya kecil.

Tetapi ada kemungkinan setelah lebaran Idul Fitri, pihaknya akan memasok telur ke MBG karena permintaannya sudah besar.

"Saat ini memang agak kurang, karena di bulan puasa, tapi setelah lebaran nanti kita pasti akan pasokan untuk ke MBG karena permintaannya sudah banyak lagi," tuturnya. (agm)

Sumber: