hut bjb

Kualitas Menu MBG Banyak Dikeluhkan Warga

Kualitas Menu MBG Banyak Dikeluhkan Warga

WAWANCARA: Wakil Ketua Satgas MBG Kota Serang Yudi Suryadi saat diwawancarai wartawan, Kamis (215).(Aldi Alpian Indra/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Serang mulai mendapat sorotan dari masyarakat. Sejumlah penerima manfaat mengeluhkan menu makanan yang dinilai kurang sesuai harapan hingga kualitas makanan yang menurun saat diterima.

Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Serang mencatat sedikitnya lima hingga enam aduan masyarakat sejak program berjalan. Mayoritas laporan berkaitan dengan menu makanan, kualitas makanan, hingga kebersihan makanan yang didistribusikan.

Wakil Ketua Satgas MBG Kota Serang, Yudi Suryadi mengatakan, seluruh pengaduan yang masuk telah ditindaklanjuti melalui koordinasi bersama pihak terkait.

“Sejauh ini Satgas MBG sudah menerima lebih dari lima sampai enam aduan, baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui pimpinan. Alhamdulillah semuanya sudah kami komunikasikan dan koordinasikan,” ujarnya, Kamis (215).

Menurut Yudi, sebagian besar keluhan berasal dari penerima makanan yang menilai menu MBG masih terlalu sederhana. “Rata-rata pengaduan itu berasal dari penerima makanan. Yang pertama terkait menu. Ada yang menilai menu yang diberikan terlalu minimalis atau kurang sesuai harapan. Ini menjadi PR bagi kami ke depan,” katanya.

Selain menu, kualitas makanan juga menjadi perhatian. Ia menjelaskan, proses pengemasan makanan yang masih panas diduga menjadi salah satu penyebab makanan cepat lembek hingga menurun kualitasnya saat diterima masyarakat.

“Kadang makanan setelah dimasak masih panas langsung ditutup. Itu bisa membuat makanan menjadi lembek atau berembun karena masih panas, apalagi ada jarak pengantaran,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi dan pengemasan makanan agar kualitas makanan tetap terjaga. “Kalau makanan masih panas sebaiknya jangan langsung ditutup rapat, biarkan agak dingin dulu sebelum didistribusikan,” ucapnya.

Yudi menambahkan, terdapat pula aduan insidental terkait kebersihan makanan, seperti buah yang sudah tidak layak konsumsi maupun kualitas makanan yang menurun.

Ke depan, Satgas MBG Kota Serang berencana menyiapkan layanan pengaduan berbasis website agar masyarakat lebih mudah menyampaikan laporan maupun keluhan.

“Selama ini masyarakat kadang bingung harus mengadu ke mana. Biasanya laporan masuk melalui Pak Wali Kota, Pak Wakil Wali Kota, atau kepala dinas, lalu disampaikan lagi kepada kami di lapangan,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia memastikan pemerintah daerah akan terus melakukan monitoring terhadap pelaksanaan program MBG agar kualitas makanan yang diterima masyarakat tetap terjaga.

“Kami akan terus melakukan monitoring dan evaluasi supaya pelaksanaan program MBG ini berjalan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” singkatnya.(ald)

Sumber: