PMI Bentuk Sibat di Desa Berpotensi Bencana

Rabu 16-09-2026,20:56 WIB
Reporter : Agung Gumelar
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Ban­ten membentuk Siaga Ben­cana Berbasis Masyarakat (Sibat) di setiap desa yang mempunyai potensi bencana di Provinsi Banten.

Sehingga setiap desa akan mempunyai anggota relawan dari PMI, yang harus menge­tahui serta memahami apa saja potensi bencana di de­sanya masing-masing.

Hal itu disampaikan Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah usai apel gabu­ngan Sibat yang dirangkaikan dengan HUT ke-81 PMI Pro­vinsi Banten di Markas PMI Provinsi Banten, di Kota Se­rang, Rabu (16/9). 

Tatu mengatakan, saat ini baru ada 53 desa yang telah dibentuk Sibat yang masing-masing anggotanya berjumlah 30 sampai 40 orang relawan.

Jumlah desa yang telah dibentuk Sibat tersebut masih jauh dari kata cukup, karena banyak desa di Provinsi Banten memiliki potensi bencananya masing-masing.

"Kita baru 53 desa masih sedikit, karena peta bencana itu sangat banyak ya, jadi kita lakukan secara bertahap. Dae­rah bencana ini harus ada PMI, dan BPBD, di sana aja yang harus dibentuk, kota ber­sama-sama membantu Ba­binkamtibmas, Babinsa, dan lainnya," katanya.

Kata Tatu, di Provinsi Banten ada beberapa kecamatan di kabupaten kota memiliki po­tensi bencana, seperti Kabu­paten Lebak bencana longsor, Kabupaten Serang banjir, dan lainnya.

"Sehingga dibentuklah Sibat di tiap desa, tentu setiap desa punya anggota relawan yang mereka yang harus mengeta­hui, memahami potensi ben­cana di desa masing-masing," ujarnya.

Dikatakan Tatu, dibentuknya Sibat ini untuk dapat mening­kat­kan kekuatan dari relawan, yang hadir langsung di tengah masyarakat, yang sudah terlatih untuk sigap terhadap kebencanaan.

Relawan Sibat ini sudah di­be­ka­li pelatihan terkait miti­gasi kebencanaan, dengan materi-materi yang sudah disediakan dengan pemateri­nya langsung dari PMI pusat.

"Mereka semua dilatih miti­gasi bencana, seperti meme­takan risiko bencana dan lainnya, terus ketika bencana terjadi apa yang harus mereka lakukan. Misalnya menolong yang terkena bencana, me­ngevakuasi, mendata, dan memberi datanya untuk dapat bantuan-bantuan apa yang harus kita turunkan," ucapnya. (agm)

Kategori :