BJB

PMI Bentuk Sibat di Desa Berpotensi Bencana

PMI Bentuk Sibat di Desa Berpotensi Bencana

Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah memimpin apel gabungan Sibat yang dirangkaikan dengan HUT ke-81 PMI Provinsi Banten di Markas PMI Provinsi Banten, di Kota Serang, Rabu (16/9). (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Ban­ten membentuk Siaga Ben­cana Berbasis Masyarakat (Sibat) di setiap desa yang mempunyai potensi bencana di Provinsi Banten.

Sehingga setiap desa akan mempunyai anggota relawan dari PMI, yang harus menge­tahui serta memahami apa saja potensi bencana di de­sanya masing-masing.

Hal itu disampaikan Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah usai apel gabu­ngan Sibat yang dirangkaikan dengan HUT ke-81 PMI Pro­vinsi Banten di Markas PMI Provinsi Banten, di Kota Se­rang, Rabu (16/9). 

Tatu mengatakan, saat ini baru ada 53 desa yang telah dibentuk Sibat yang masing-masing anggotanya berjumlah 30 sampai 40 orang relawan.

Jumlah desa yang telah dibentuk Sibat tersebut masih jauh dari kata cukup, karena banyak desa di Provinsi Banten memiliki potensi bencananya masing-masing.

"Kita baru 53 desa masih sedikit, karena peta bencana itu sangat banyak ya, jadi kita lakukan secara bertahap. Dae­rah bencana ini harus ada PMI, dan BPBD, di sana aja yang harus dibentuk, kota ber­sama-sama membantu Ba­binkamtibmas, Babinsa, dan lainnya," katanya.

Kata Tatu, di Provinsi Banten ada beberapa kecamatan di kabupaten kota memiliki po­tensi bencana, seperti Kabu­paten Lebak bencana longsor, Kabupaten Serang banjir, dan lainnya.

"Sehingga dibentuklah Sibat di tiap desa, tentu setiap desa punya anggota relawan yang mereka yang harus mengeta­hui, memahami potensi ben­cana di desa masing-masing," ujarnya.

Dikatakan Tatu, dibentuknya Sibat ini untuk dapat mening­kat­kan kekuatan dari relawan, yang hadir langsung di tengah masyarakat, yang sudah terlatih untuk sigap terhadap kebencanaan.

Relawan Sibat ini sudah di­be­ka­li pelatihan terkait miti­gasi kebencanaan, dengan materi-materi yang sudah disediakan dengan pemateri­nya langsung dari PMI pusat.

"Mereka semua dilatih miti­gasi bencana, seperti meme­takan risiko bencana dan lainnya, terus ketika bencana terjadi apa yang harus mereka lakukan. Misalnya menolong yang terkena bencana, me­ngevakuasi, mendata, dan memberi datanya untuk dapat bantuan-bantuan apa yang harus kita turunkan," ucapnya. (agm)

Sumber: