Pencairan Hibah Rp12 Miliar KONI Tunggu LPJ
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan.-Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres-
TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG — Pemkot Tangsel menargetkan proses pencairan hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan cabang olahraga (cabor) segera diselesaikan. Hal itu dilakukan mengingat pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 tinggal kurang dari dua bulan.
Wakil Wali Kota Tangsel yang juga Ketua Panitia Besar Porprov VII Banten 2026, Pilar Saga Ichsan mengatakan, saat ini pihaknya menahan dana hibah sebesar Rp12 miliar karena kucuran awal Rp12 miliar belum dapat laporan pertanggung jawaban (LPJ) penggunaannya.
"Total anggaran hibah yang diproses mencapai sekitar Rp12 miliar. Saat ini, sejumlah dokumen pertanggungjawaban dari KONI dan cabor penerima hibah masih dalam tahap pemeriksaan. Saya berharap itu segera dilakukan pencairan, terutama untuk cabor yang sekarang kan sedang berjalan. Jadi tahap berikutnya bisa dilakukan pencairan," ujarnya kepada wartawan, Rabu (16/9).
Pilar juga meminta Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) segera mengumpulkan seluruh cabor penerima hibah melalui KONI, termasuk dokumen pengelolaan anggaran di internal KONI Kota Tangsel.
Menurutnya, penyelesaian administrasi menjadi tahapan penting sebelum pencairan berikutnya dilakukan. Pemkot juga memberikan pendampingan kepada KONI terkait penyusunan surat pertanggungjawaban (SPJ).
"Cara membuat SPJ sudah kita dampingi, sudah kita kasih lihat bagaimana membuat pertanggungjawaban yang baik dan benar. Tinggal dikembalikan lagi dari teman-teman KONI," tambahnya.
Pilar menyebut, sebagian besar data pertanggungjawaban telah berada di Dispora dan kini tengah menjalani pemeriksaan dengan pendampingan Inspektorat. Pemeriksaan tersebut dilakukan atas instruksi khusus Wali Kota Tangsel agar proses pencairan tahap berikutnya dapat segera berjalan.
"Yang pasti secepatnya. Sekarang lagi proses pemeriksaan. Targetnya bulan ini rampung," jelasnya.
Di sisi lain, kesiapan venue Porprov VII Banten 2026 di Kota Tangsel disebut telah mendekati 100 persen. Sejumlah venue bahkan dibangun dari nol, sementara beberapa lainnya direnovasi secara total.
Venue yang dibangun baru di antaranya arena petanque, voli pasir, sepatu roda, serta panjat tebing. Sementara venue softball dan baseball di kawasan Alam Sutera menjalani renovasi total.
Untuk cabang olahraga yang digelar di luar Kota Tangsel, salah satunya layar akan berlangsung di Bayah, Kabupaten Lebak. Sementara cabang olahraga bermotor yang sebelumnya direncanakan di luar Kota Tangsel akhirnya ditarik kembali ke wilayah Kota Tangsel karena sejumlah venue tersedia.
"Kalau masalah venue nggak ada masalah. Yang pasti insyaallah dalam waktu dekat selesai," ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah fasilitas milik swasta juga dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan pertandingan maupun latihan atlet. Sementara untuk sepak bola, pertandingan akan menggunakan Stadion Kresakti di Kecamatan Setu.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, Pemkot Tangsel berharap penyelesaian administrasi hibah dan kesiapan venue dapat berjalan beriringan sehingga kebutuhan persiapan kontingen tidak terganggu.
Sumber:
