BJB

PMI Banten Salurkan Air Bersih

PMI Banten Salurkan Air Bersih

Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah, mengibarkan bendera PMI sebagai tanda penyaluran bantuan air bersih dimulai untuk penanganan kemarau, di Markas PMI Provinsi Banten, Kota Serang, Senin (20/7). (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten, berencana akan menyalurkan bantuan berupa air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat, yang mulai kesulitan mendapatkan akses air bersih selama kemarau, yang fokuskan ke daerah-daerah yang mengalami krisis air akibat minimnya sumber air.

Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah mengatakan, apel gelar pasukan dan armada telah dilaksanakan dalam rangka kesiapsiagaan penanganan bencana kekeringan, serentak se Indonesia sesuai instruksi dari PMI pusat untuk 11 bulan ke depan.

PMI Provinsi Banten telah melakukan mapping wilayah, yang akan membutuhkan air bersih khususnya untuk kebutuhan rumah tangga dalam menghadapi kemarau panjang.

"Jadi kita rencana 6.600.000 liter air bersih yang akan disalurkan selama 11 bulan, untuk delapan kabupaten kota di 54 kecamatan. Jadi, serentak di delapan kabupaten kota se Provinsi Banten akan kita laksanakan," katanya kepada wartawan usai memimpin apel pagi dan gelar pasukan, di Markas PMI Provinsi Banten, Kota Serang, Senin (20/7).

Tatu mengatakan, distribusi air bersih akan dilakukannya menggunakan mobil tangki air, dan bekerja sama dengan pemerintah daerah serta instansi terkait lainnya.Selain itu perusahaan juga akan dikerjasamakan, untuk ikut membantu masyarakat yang kesulitan air bersih salama kemarau.

"Kita tidak bekerja sendiri, mengajak mitra-mitra kami seperti Dinkes, BPBD, Dinsos, dan pemetaan dari BPBD juga tentunya kita dampingi, kemudian dari perusahaan sekarang ini turun bersama yakni PT Indah Kiat Pulp And Paper. Kami berharap ada perusahaan-perusahaan lain, bisa bersama-sama membantu menangani persoalan ini," ujarnya.

Dikatakan Tatu, relawan PMI kabupaten kota akan segera dibentuk yang tentunya akan disesuaikan dengan kebutuhan penerima air bersih selama kemarau.

"Relawan di kabupaten kota nanti dibentuknya, disesuaikan dengan kebutuhan, mungkin ada yang sedikit relawannya ada juga yang banyak," ucapnya.

Kata Tatu, sementara hanya fokus pada memberikan bantuan air bersih, apabila terdapat kebutuhan lain yang dibutuhkan masyarakat akan disesuaikan untuk diberikan sesuai kebutuhan.

"Sekarang baru air bersih, mungkin biasanya kita sesuaikan saja dengan kebutuhan masyarakat, armada kami di PMI Banten sudah standby ya ada tiga jumlahnya, satu sudah di Pandeglang," katanya.

Tatu mengatakan, di Provinsi Banten biasanya jika terjadi kekeringan saat kemarau, Kabupaten Serang termasuk salah satu yang terparah sebab di wilayah Serang Utara, untuk persoalan air bersih masih menjadi permasalahan.

"Kekeringan biasanya Serang juga termasuk parah ya, karena di Serang Utara itu untuk air bersih kita tahu ya masih agak menjadi persoalan, dan kalau musim kering ini ya akan semakin parah," ujarnya. (agm)

Sumber: