Dorong Komoditas Lokal Tembus Pasar Global

Minggu 23-08-2026,20:40 WIB
Reporter : Syirojul Umam
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Pro­vinsi (Pemprov) Banten terus mengakselerasi potensi daerah di sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga produk UM­KM. Hal itu dilakukan agar komoditas yang ada di Banten mampu bersaing di tingkat internasional. 

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmennya untuk meningkatkan nilai tam­bah serta standar kualitas produk lokal agar tidak hanya berhenti sebagai komoditas konsumsi domestik. Menu­rutnya, pe­menuhan standar pasar dunia menjadi kunci utama dalam menjaga daya saing.

Langkah nyata tersebut ditan­dai dengan Pelepasan Ekspor Komoditas Unggulan Banten serta peninjauan Bazar UMKM Orientasi Ekspor di Balai Karan­tina Hewan, Ikan, dan Tum­buhan (BKHIT) Banten, Kota Tangerang, belum lama ini. 

Beberapa komoditas ekspor yang dilepas yaitu sarang walet, manggis, dan kepiting senilai Rp 40,8 miliar.

"Dalam perdagangan interna­sional, kualitas adalah bahasa yang dipahami semua negara. Produk yang masuk ke pasar global harus mematuhi standar negara tujuan. Di sinilah peran karantina menjadi sangat vital," katanya.

Ia juga mengapresiasi hadir­nya Klinik Ekspor yang diinisiasi BKHIT Banten sebagai fasilitas strategis bagi pelaku usaha. Ke­hadiran klinik tersebut dinilai mampu memberikan kepastian persyaratan, pendampingan legalitas, sertifikasi, hingga pem­bu­kaan akses jaringan pa­sar bagi UMKM yang ingin naik kelas.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding mengata­kan bahwa pihak karantina tidak hanya bertindak sebagai penga­was, tetapi juga fasilitator dan akselerator ekspor. Ba­rantin secara aktif menggelar pelatihan standar internasional guna mem­bantu pelaku usaha me­ngatasi kendala utama ekspor, yaitu konsistensi mutu dan tata kelola produksi dari hulu ke hilir.

"Masalah utama ekspor saat ini adalah menjaga konsisten mutu produk," ujarnya.

Kepala BKHIT Banten, Du­masari Margaretha mengatakan, data ekspor BKHIT Banten me­ngalami peningkatan. Eks­por hewan naik 21 persen, ikan naik 279 persen, dan tumbuhan naik 25,4 persen.

"Ekspor didominasi ke Asia timur dan Asia Tenggara," tutur­nya. (mam)

Kategori :