Dorong Komoditas Lokal Tembus Pasar Global
Gubernur Banten Andra Soni, bersama Kepala Barantin Abdul Kadir Karding meninjau pelepasan ekspor dan mini Expo di BKHIT Banten, Kota Tangerang, belum lama ini. (PEMPROV BANTEN UNTUK TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus mengakselerasi potensi daerah di sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga produk UMKM. Hal itu dilakukan agar komoditas yang ada di Banten mampu bersaing di tingkat internasional.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmennya untuk meningkatkan nilai tambah serta standar kualitas produk lokal agar tidak hanya berhenti sebagai komoditas konsumsi domestik. Menurutnya, pemenuhan standar pasar dunia menjadi kunci utama dalam menjaga daya saing.
Langkah nyata tersebut ditandai dengan Pelepasan Ekspor Komoditas Unggulan Banten serta peninjauan Bazar UMKM Orientasi Ekspor di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Banten, Kota Tangerang, belum lama ini.
Beberapa komoditas ekspor yang dilepas yaitu sarang walet, manggis, dan kepiting senilai Rp 40,8 miliar.
"Dalam perdagangan internasional, kualitas adalah bahasa yang dipahami semua negara. Produk yang masuk ke pasar global harus mematuhi standar negara tujuan. Di sinilah peran karantina menjadi sangat vital," katanya.
Ia juga mengapresiasi hadirnya Klinik Ekspor yang diinisiasi BKHIT Banten sebagai fasilitas strategis bagi pelaku usaha. Kehadiran klinik tersebut dinilai mampu memberikan kepastian persyaratan, pendampingan legalitas, sertifikasi, hingga pembukaan akses jaringan pasar bagi UMKM yang ingin naik kelas.
Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding mengatakan bahwa pihak karantina tidak hanya bertindak sebagai pengawas, tetapi juga fasilitator dan akselerator ekspor. Barantin secara aktif menggelar pelatihan standar internasional guna membantu pelaku usaha mengatasi kendala utama ekspor, yaitu konsistensi mutu dan tata kelola produksi dari hulu ke hilir.
"Masalah utama ekspor saat ini adalah menjaga konsisten mutu produk," ujarnya.
Kepala BKHIT Banten, Dumasari Margaretha mengatakan, data ekspor BKHIT Banten mengalami peningkatan. Ekspor hewan naik 21 persen, ikan naik 279 persen, dan tumbuhan naik 25,4 persen.
"Ekspor didominasi ke Asia timur dan Asia Tenggara," tuturnya. (mam)
Sumber:


