TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Sejumlah masyarakat Kabupaten Lebak mempertanyakan rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak memperluas bangunan Pasar Semi Rangkasbitung. Pasalnya, bangunan yang saat ini sudah dibangun keterisiannya tidak maksimal. Akibat ketidaktegasan pemerintah dalam pengelolaan pedagang setempat.
"Keterisian bangunan sekarang aja tidak optimal, pedagang lebih memilih di luar dan di jalanan jualannya, malah pemkab mau bangun lagi yang baru, ini kan ngaco," kata Abdul Rohman, aktivis Lebak, kepada Tangerang Ekspres, Rabu (8/7).
Bahkan, penambahan meja tahap dua yang anggarannya mencapai Rp400 juta dari CSR, saat ini tidak terpakai dan hanya jadi sampah, sehingga hanya menghamburkan anggaran.
"Kami melihat apakah ini perencanaan yang tidak matang atau memang sengaja hanya untuk mengambil keuntungan dari perencanaan ini," ujarnya.
Yani, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak menjelaskan, terkait perluasan bangunan pasar semi masih menunggu arahan Bupati Lebak Moch. Hasbi Jayabaya.
“Tapi jika dilihat di APBD murni sudah ada anggarannya, tapi untuk realisasinya kami menunggu arahan dari pimpinan,” paparnya.
Jadi, kata Yani, pihaknya belum bisa memastikan apakah perluasan bangunan pedagang akan tetap dilakukan atau tidak.
“Masih belum fix karena infonya nanti perubahan anggaran (APBD-P), ada kemungkinan lanjut atau ada kebijakan lain,” jelas Yani.
Terpisah, Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Lebak, Rahmat menuturkan, belum direalisasikannya pelebaran bangunan karena ada kemungkinan masuknya investor.
“Iya akan ada (investor) ke situ dan memang sudah ekspose juga,” katanya.
Rahmat membenarkan jika pemerintah daerah memang sudah menganggarkan untuk penataan lanjutan tempat baru bagi para pedagang yang sebelumnya berjualan di Jalan Sunan Kalijaga dan Jalan Tirtayasa.
“Memang di awal penganggaran itu (anggaran) sudah ada, tapi di perjalanan ada investor mau masuk, karena rencananya akan menjadi pasar induk,” ucapnya.(fad)