Transportasi Online JAM Street Mulai Beroperasi

Rabu 03-06-2026,21:49 WIB
Reporter : Syirojul Umam
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Aplikasi trans­portasi online dan ekosistem digital karya anak bangsa, JAM Street, mulai memper­kenalkan layanannya lewat konvoi yang diikuti sekitar 200 pengemudi di Kota Serang.

Konvoi mengambil rute dari kantor pusat JAM Street me­nuju Alun-alun Kota Serang, Stadion Maulana Yusuf, Polda Banten, Cipocok Jaya, dan kembali ke titik awal.

Head Operasional JAM Street, Evan William, menga­takan kegiatan itu merupakan bentuk deklarasi kepada masyarakat bahwa JAM Street telah hadir dan beroperasi di Kota Serang maupun wi­layah Banten.

"Kami ingin memberitahukan kepada masyarakat bahwa JAM Street sudah eksis di Kota Serang dan Banten. Konvoi ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan layanan kami secara lebih luas," kata­nya, Rabu (3/6).

Ia menjelaskan, aplikasi yang telah beroperasi selama lebih dari tiga bulan itu saat ini memiliki sekitar 12.000 peng­guna aktif. Selain itu, JAM Street didukung sekitar 800 pengemudi roda dua dan lebih dari 80 pengemudi mobil.

Menurut Evan, JAM Street hadir sebagai aplikasi mul­tifungsi yang tidak hanya me­nyediakan layanan trans­por­tasi daring, tetapi juga berbagai layanan digital lainnya.

"Pengguna bisa menjadi pe­langgan sekaligus driver. Di dalam aplikasi tersedia layanan transportasi motor dan mobil, layanan warung, kuliner, serta PPOB untuk pembayaran tagihan, pem­belian pulsa, dan token listrik," katanya.

Untuk menarik minat masya­rakat, JAM Street mengha­dirkan promo tarif khusus sebesar Rp1 untuk perjalanan hingga empat kilometer.

"Dari sisi pengguna, tarifnya hanya Rp1 untuk jarak sampai empat kilometer. Sementara untuk driver, pendapatan tetap diterima secara penuh," kata Evan.

Selain itu, JAM Street mene­rap­kan potongan komisi sebe­sar 5 persen bagi pengemudi. Skema tersebut diklaim lebih ringan dibandingkan sejumlah platform transportasi online lainnya.

Evan menambahkan, peru­sa­haan juga tengah menyiap­kan sejumlah pengembangan fitur baru, mulai dari layanan bisnis ke bisnis (B2B), fitur kesehatan berbasis tantangan kebugaran, hingga pengem­bangan aset digital berbasis kripto yang akan diperkenalkan dalam waktu dekat.

Menurut Evan, fitur kesehat­an dirancang untuk mendo­rong masyarakat menjalani pola hidup sehat melalui berbagai tantangan olahraga dan aktivitas kebugaran lainnya.

"Pengguna yang berhasil menyelesaikan challenge akan mendapatkan reward. Tujuan­nya agar masyarakat lebih aktif menjaga kesehatan," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Ope­rasional JAM Street, Moch­tar Karim Wenno, mengatakan kehadiran platform tersebut diharapkan mampu membe­rikan manfaat bagi masyarakat Banten, khususnya pengemu­di, konsumen dan pelaku UMKM.

"JAM Street lahir dari Banten untuk Indonesia. Kami ingin menghadirkan perubahan yang bermanfaat bagi ma­syarakat dan menciptakan ekosistem digital yang saling menguntungkan," katanya.

Kategori :