SMPN 3 Sukamulya Larang Rayakan Kelulusan dengan Coret Seragam dan Konvoi
FOTO BERSAMA: Siswa SMPN 3 Sukamulya berfoto bersama: Sekolah mengimbau kepada siswa yang akan lulus untuk tidak berlebih-lebihan dalam merayakan kelulusan.(Randy/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Menjelang pengumuman kelulusan siswa kelas IX, SMPN 3 Sukamulya mengimbau seluruh peserta didik untuk menyikapi hasil kelulusan dengan bijak dan tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban umum maupun merugikan diri sendiri. Pihak sekolah secara tegas melarang siswa melakukan aksi coret-coret seragam, konvoi kendaraan di jalan raya, maupun bentuk perayaan lain yang berpotensi mengganggu masyarakat.
Kepala SMPN 3 Sukamulya, Hendriyani, mengatakan bahwa kelulusan merupakan momen yang patut disyukuri, namun tidak perlu dirayakan secara berlebihan.
“Kelulusan adalah hasil dari perjuangan siswa selama menempuh pendidikan di SMP. Kami berharap seluruh siswa dapat menerima pengumuman kelulusan dengan rasa syukur dan bijaksana, tanpa melakukan tindakan yang melanggar aturan atau mengganggu ketertiban masyarakat,” ujar Hendriyani kepada Tangerang Ekspres, Selasa (2/6).
Menurutnya, aksi coret-coret seragam dan konvoi kendaraan bukanlah bentuk perayaan yang memberikan manfaat. Sebaliknya, tindakan tersebut dapat membahayakan keselamatan siswa dan pengguna jalan lainnya.
“Kami mengingatkan kepada seluruh siswa agar tidak melakukan konvoi, tidak mencoret-coret seragam sekolah, dan tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu masyarakat. Rayakan kelulusan dengan cara yang positif dan bermanfaat,” katanya.
Hendriyani juga mengajak para siswa untuk memanfaatkan seragam sekolah yang sudah tidak digunakan dengan cara menyumbangkannya kepada adik kelas atau masyarakat yang membutuhkan.
“Daripada seragam dicoret-coret dan akhirnya tidak bisa digunakan lagi, akan jauh lebih baik apabila disumbangkan kepada adik kelas atau kepada mereka yang membutuhkan. Ini tentu lebih bermanfaat dan memiliki nilai kepedulian sosial yang tinggi,” ungkapnya.
Ia menilai, kebiasaan berbagi sejak usia sekolah dapat menjadi pembelajaran karakter yang penting bagi para siswa sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya berhasil secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama. Menyumbangkan seragam sekolah adalah salah satu bentuk nyata kepedulian yang bisa dilakukan setelah lulus,” tuturnya.
Lebih lanjut, Hendriyani menegaskan bahwa pihak sekolah akan tetap melakukan pengawasan terhadap para siswa meskipun telah dinyatakan lulus. Apabila ditemukan pelanggaran yang dilakukan di luar sekolah saat momentum kelulusan, maka orang tua siswa akan dipanggil untuk diberikan pembinaan bersama.
“Walaupun nanti siswa sudah dinyatakan lulus, kami tetap akan melakukan pembinaan apabila ada yang melakukan pelanggaran. Orang tua akan kami panggil untuk bersama-sama memberikan arahan agar anak-anak dapat menjadi pribadi yang lebih baik,” tegasnya.
Ia berharap, seluruh siswa kelas IX SMPN 3 Sukamulya dapat menjaga nama baik sekolah serta menunjukkan sikap yang mencerminkan kedewasaan dalam menyambut kelulusan.
“Kami percaya siswa SMPN 3 Sukamulya mampu menunjukkan perilaku yang baik. Jadikan kelulusan ini sebagai awal untuk melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya dengan penuh semangat, tanggung jawab, dan tetap menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, maupun sekolah,” tutupnya.(ran)
Sumber:


