TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Di usia ke-33 tahun, Pemkot Tangerang konsisten menjaga maruah sebagai kota religi. Hal ini disampaikan anggota DPRD Kota Tangerang, Fredyanto, saat ditemui memberikan refleksi terkait hari jadi kota Tangerang.
Politisi dari Fraksi PKS ini memberilan apresiasi kepada Pemkot Tangerang yang dinilainya masih konsisten menjaga muruah kota religi. Meskipun sempat muncul wacana revisi Perda yang berkaitan dengan nilai-nilai lokal, Fredyanto melihat komitmen pemerintah tetap terjaga.
”Saya setahun di DPRD ini merasakan bahwa pemerintah berupaya menjaga Akhlakul Karimah tetap terjaga. Meskipun sempat ada rencana revisi Perda, Alhamdulillah Pemerintah masih konsisten. Justru di era digitalisasi ini, nilai religi harus diperkuat sebagai fondasi,” ujar Fradyanto.
Ia mengatakan, di usia 33 tahun Kota Tangerang bukanlah usia yang singkat. Tantangan terbesar ke depan adalah bagaimana menerjemahkan tagline ”Akhlakul Karimah” ke dalam program kerja yang nyata, khususnya bagi generasi muda.
”Harapan saya di usia 33 ini, Pemerintah Kota Tangerang semakin dewasa dalam melayani masyarakat. Ini perlu perencanaan untuk bagaimana membentuk generasi muda yang berakhlak. Kota Tangerang ini kota religi yang perlu menjunjung tinggi nilai-nilai agama,” ungkapnya.
Di balik apresiasi terhadap aspek religiusitas, Fredyanto juga memberikan catatan kritis terkait persoalan teknis perkotaan yang masih menjadi keluhan warga. Ia menyebutkan sejumlah Pekerjaan Rumah (PR) yang harus segera dituntaskan, di diantaranya, permasalahan pengelolaan sampah yang membutuhkan penanganan serius dan sistematis. Kemudian terkait masalah kemacetan yang sangat klasik di kawasan perkotaan manajemen lalu lintas yang lebih baik dan infrastruktur penanganan banjir.
Pemkot Tangerang dituntut untuk tampil lebih dewasa dalam memberikan pelayanan publik. Oleh karena itu, ia meminta Pemkot Tangerang untuk memiliki perencanaan jangka panjang yang lebih matang, terutama dalam menjaga identitas kota itu sendiri.
Selain itu, Fredyanto meminta agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tidak bekerja secara monoton. ”OPD harus serius menangani permasalahan ini dengan melakukan inovasi. Tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama untuk masalah yang semakin kompleks,” tegasnya.
Legislator ini juga mengingatkan, bahwa kemajuan kota tidak bisa hanya bersandar pada kerja pemerintah, tetapi juga kesadaran masyarakat. Ia menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri.”Masyarakat harus mau bekerja sama menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Jangan buang sampah sembarangan atau asal lempar. Infrastruktur seperti drainase juga harus kita pelihara bersama supaya tidak tersumbat dan tidak memicu genangan air saat hujan,” tutupinya.
Sementara itu. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, Ahmad Baijuri, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan dualitas momentum ini sebagai sarana menjemput keberkahan yang berlipat ganda.
Menurut Baijuri, pentingnya menjaga harmoni dan kedamaian di tengah perayaan usia kota yang semakin matang. Terlebih pada momentum bulan suci Ramadan. Ia mengajak warga untuk tidak hanya merayakan secara seremonial, tetapi juga secara spiritual.“Masyarakat Kota Tangerang, hari ini kota kita berulang tahun yang ke-33. Mari kita jaga kota kita, kita jaga kampung kita, menjelang bulan suci Ramadan, kita doakan kota kita agar terus dalam kedamaian dan persaudaraan,” ujar Ahmad Baijuri saat dihubungi, belum lama ini.
Ia menuturkan, doa merupakan pilar penting agar Kota Tangerang terus melaju dalam perlindungan dan keberkahan Allah SWT. Sinergi Menuju Visi Akhlakul Karimah Ahmad Baijuri menyebut, bahwa kolaborasi antara ulama, umara atau pemimpin dan masyarakat adalah kunci utama.
“Di ulang tahun ke-33 ini, insya Allah angka yang istimewa. Ke depan, mari terus bersama-sama dengan guru-guru dan para pemimpin kita untuk menghantarkan Kota Tangerang menuju Kota Akhlakul Karimah di bawah cinta Rasulullah SAW,” tuturnya.
Baijuri juga mengingatkan, bahwa Kota Tangerang adalah tempat di mana masyarakat tumbuh, mencari nafkah, dan beribadah. Hal ini seharusnya menjadi alasan kuat bagi setiap individu untuk berperan aktif dalam pembangunan kota. Dia mengajak semua pihak untuk ikut menjaga dan membangun kota. “Di kota ini kita dilahirkan, mencari rezeki, bersujud, maka mari kita jaga sama-sama kota kita, pada momentum bulan suci Ramadan mari kita syiarkan bahwa kota Tangerang merupakan kota religius, dan penuh kedamaian,” paparnya.
Ia berharap, visi besar Kota Tangerang tidak pernah melenceng dari nilai-nilai luhur. “Mudah-mudahan semakin maju dalam bingkai yang sudah disampaikan oleh pimpinan kita, Kota Akhlakul Karimah,” tutupnya.(ziz)