BJB FEBRUARI 2026

Tingkatkan Kualitas Bacaan Al-Qur’an Bagi Guru Agama, Pemkot Tangerang Luncurkan Program Tahsin

Tingkatkan Kualitas Bacaan Al-Qur’an Bagi Guru Agama, Pemkot Tangerang Luncurkan Program Tahsin

MEMBERIKAN SAMBUTAN: Wali Kota Tangerang, Sachrudin saat memberikan sambutan dalam peluncuran Program Tahsin bagi guru agama, di Masjid Al Azhom, Senin (23/2).(Humas Pemkot Tangerang)--

 TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Pemkot Tangerang bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) resmi meluncurkan program Tahsin Al-Qur’an perdana bagi para guru agama di Masjid Raya Al-Azhom, Senin (23/2). Program ini bertujuan untuk membenahi dan meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an para pendidik yang bertugas di sekolah umum mulai dari jenjang  MI, SD, MTs, hingga SMA.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin mengatakan, program Tahsin ini guna meningkatkan Sumber Daya Manusia di lingkungan sekolah khususnya para guru pendidikan agama islam (PAI) guna memperdalam pemahaman Alquran. ”Program ini menyasar 578 guru dari jenjang SD, MI, SMP, hingga MTs, baik negeri maupun swasta di seluruh  Kota Tangerang,” ungkap Sachrudin usai kegiatan, Senin, (23/2).

Sachrudin menegaskan,  inisiatif ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara LPTQ dengan Pemkot Tangerang. Program ini juga menjadi motor penggerak implementasi dari Perda Diniyah Takmiliyah serta Program ’Tangerang Mengaji’.  ”Pembangunan di Kota Tangerang terus kita tingkatkan, baik dari segi pelayanan maupun infrastruktur. Namun yang paling utama adalah pembangunan Sumber Daya Manusianya (SDM),” ujar Sachrudin.

Dia menuturkan, pemilihan guru sebagai subjek utama program tahsin ini bukan tanpa alasan. Sachrudin mengibaratkan guru sebagai mata air atau hulu dari sebuah aliran sungai. Jika kualitas hulunya baik, maka aliran ke bawahnya pun akan jernih. ”Peningkatan kualitas guru itu ibarat mata air. Guru adalah hulunya. Kita tingkatkan kualitas mereka agar dapat menghasilkan generasi penerus yang Quran, generasi yang jujur, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial tinggi bagi bangsa dan negara,” tambahnya.

Ia berharap, para peserta  dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius. Fokus utama dari program Tahsin ini yaitu, penyempurnaan tata kata dalam pembacaan Al-Quran. Kemudian ketepatan makhraj (penyebutan huruf) dan peningkatan kapasitas diri sebagai pengajar yang profesional dan kompeten.

Melalui program ini, diharapkan nilai-nilai Al-Quran tidak hanya sekadar dibaca, tetapi menjadi fondasi karakter bagi masyarakat Kota Tangerang di masa depan,” pungkasnya.

Sementara itu,  Ketua LPTQ Kota Tangerang,  Zuhri Fauzi menjelaskan, bahwa proses belajar Al-Qur’an tidak boleh berhenti, meski seseorang sudah berstatus sebagai guru. ”Kadang-kadang orang ketika sudah menjadi guru, dia berhenti mengaji. Program ini ingin membiasakan dan menginspirasi semua guru agar terus memperbaiki sesuatu yang kurang baik dan membenahi yang masih kurang,” ujar KH Zuhri. 

Zuhri menyampaikan, untuk memastikan materi yang diberikan tepat sasaran, LPTQ akan melakukan klasifikasi kemampuan peserta melalui sistem grade (A, B, dan C) mulai dari pada perbaikan dasar bacaan hingga peserta yang sudah mahir akan diarahkan ke materi yang lebih tinggi, seperti Qira’at Sab’ah atau dialek bacaan Al-Qur’an.

Sebelum pelatihan dimulai, ratusan peserta yang merupakan guru agama di wilayah Kota Tangerang akan mengikuti pre-test untuk mengukur sejauh mana kefasihan dan kemampuan tajwid mereka.”Dari situ kita evaluasi peningkatannya. Apakah hasilnya meningkat, stagnan, atau justru menurun. Ini juga menjadi alat koreksi bagi tutor maupun semangat belajar gurunya,” kata Zuhri.

Dikatakan Zuhri, metode pembelajaran akan dilakukan secara kombinasi antara tatap muka (offline) dan daring (online). ”Waktu belajar akan disepakati bersama dalam grup-grup kecil agar tidak berbenturan dengan jadwal mengajar di sekolah atau jadwal kuliah bagi guru yang sedang menempuh studi lanjut,” ujar Zuhri. ”LPTQ telah menyiapkan sekitar 57 tutor ahli, termasuk tokoh-tokoh Qori nasional seperti Imron Rosyadi, Marzuki Al-Bantani, Hilmi Fuad, hingga Ummu Atiah,” sambungnya.

Dia menambahkan,  di akhir program satu tahun ini, para peserta yang dinyatakan lulus akan mendapatkan sertifikat sebagai bentuk pengakuan atas peningkatan kualitas mereka. 

Zuhri menekankan, meskipun fokus utama saat ini adalah guru agama di sekolah umum, pintu tetap terbuka bagi siapa pun yang ingin ikut memperbaiki bacaan Qur’annya. ”Al-Qur’an itu tidak boleh berhenti belajarnya. Sebagaimana doa dalam Al-Qur’an, wa qur rabbi zidni ’ilman, yang artinya ’Ya Allah, jangan berhenti ilmu ini mengalir ke saya’. Ini adalah langkah perbaikan berkelanjutan untuk semua,” tutupnya.(ziz)

Sumber: