SDN Lemo III Teluknaga Libatkan Orang Tua, Matangkan Persiapan TKA
RAPAT PERSIAPAN TKA: SDN Lemo III, gelar rapat pertemuan untuk mematangkan persiapan TKA yang akan di ikuti oleh siswa kelas 6 usia idul Fitri.(Randy/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — SDN Lemo III, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, menggelar rapat bersama orang tua siswa kelas 6, guna membahas persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan dilaksanakan usai Idul Fitri.
Rapat tersebut berlangsung di lingkungan sekolah dan dihadiri oleh seluruh orang tua atau wali murid kelas 6. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memastikan kesiapan siswa menghadapi TKA yang menjadi salah satu penentu kelulusan.
Dalam rapat tersebut, pihak sekolah memaparkan secara rinci mengenai teknis pelaksanaan TKA, mata pelajaran yang diujikan, hingga strategi belajar yang dapat dilakukan siswa selama masa libur sekolah.
Kepala SDN Lemo III Muhamad Candra menegaskan, pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi siswa menghadapi TKA. Sinergi antara sekolah dan orang tua, diharapkan bisa membantu komunikasi yang baik dan juga mencegah adanya kesalahpahaman.
“Kami sengaja mengundang seluruh orang tua siswa kelas 6 agar informasi terkait TKA ini tersampaikan secara utuh dan tidak ada kesalahpahaman. TKA ini bukan hanya sekadar ujian biasa, tetapi menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan kelulusan siswa,” ujar Muhamad Candra kepada Tangerang Ekspres, Kamis (26/2).
Ia menjelaskan, sekolah telah menyiapkan berbagai langkah untuk membantu siswa lebih siap secara akademik maupun mental. Namun demikian, dukungan dari orang tua di rumah tetap menjadi faktor yang sangat menentukan.
“Kami di sekolah tentu akan memaksimalkan pembelajaran, memberikan penguatan materi, serta latihan soal. Tetapi waktu siswa lebih banyak di rumah, apalagi menjelang dan selama libur Idul Fitri. Di sinilah peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mengingatkan anak belajar secara rutin,” katanya.
Menurutnya, masa libur sekolah bukan berarti siswa sepenuhnya lepas dari tanggung jawab belajar. Ia berharap orang tua dapat mengatur waktu anak agar tetap seimbang antara beristirahat, bersilaturahmi, dan mengulang pelajaran.
“Kami tidak ingin anak-anak merasa terbebani, tetapi kami juga berharap mereka tidak melupakan tanggung jawabnya. Cukup luangkan waktu satu hingga dua jam sehari untuk mengulang materi. Dengan begitu, saat TKA digelar usai Idul Fitri, mereka sudah lebih siap dan percaya diri,” jelasnya.
Dalam rapat tersebut, pihak sekolah juga memaparkan jadwal pelaksanaan TKA, tata tertib ujian, serta hal-hal teknis yang perlu diperhatikan siswa. orang tua diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait pelaksanaan ujian.
“Kami ingin membangun komunikasi yang transparan. Jika ada kendala belajar di rumah, orang tua bisa menyampaikan kepada wali kelas. Kita carikan solusi bersama. Tujuan kita sama, yaitu memastikan anak-anak kita lulus dengan hasil yang maksimal,” tutupnya.(ran)
Sumber:

