TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Sebanyak 61 pejabat yang terdiri dari 35 pejabat eselon II dan 29 camat di lingkungan Pemkab Serang mengikuti proses meningkatkan kemampuan disiplin (capacity building) di Adem Anyer Park, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Jumat-Sabtu (13-14/2).
Pejabat eselon II dan camat digembleng langsung oleh instruktur dari Grup 1 Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Hal itu dilakukan untuk penguatan kedisiplinan yang bertujuan untuk memperkuat kinerja dan keberlanjutan melalui pelatihan, pendampingan, serta kerjasama.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, dengan capacity building dapat melihat sejauh mana pejabat bisa bekerjasama dan kompak, untuk diimplementasikan dalam pekerjaan nyata melalui program-program prioritasnya.
"Kita dapat mengetahui sejauh mana pejabat ini bisa kompak, untuk menyamakan persepsi terhadap arah kebijakan pembangunan daerah, sebagai bentuk nyata implementasi pengembangan kompetensi yang kita butuhkan," katanya.
Zakiyah mengatakan, kegiatan ini bisa mendorong terciptanya kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan publik, berintegritas dan responsif, terhadap permasalahan yang ada di Kabupaten Serang.
Sehingga, dengan kekompakan yang terjalin dapat semakin cepat mereka dalam bekerja melayani masyarakat.
"Pelayanan publik itu harus cepat, namun harus juga dibarengi dengan kekompakan supaya bisa melayani masyarakat," ujarnya.
Dikatakan Zakiyah, saat ini zamannya berbeda dengan zaman dahulu apalagi banyak pemberitaan yang tidak layak disajikan seperti hoaks.
Sehingga pejabat eselon II dan camat harus bisa mengkanter informasi atau pemberitaan yang beredar, dengan menunjuk salah satu pegawainya untuk mendengarkan informasi yang beredar medsos.
"Ini tujuannya paling tidak bisa menimalisir atau bisa langsung menjawab apa yang diresahkan oleh masyarakat kita," ucapnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Serang Iskandar Nordat mengatakan, capasity building tersebut diikuti oleh 61 peserta diantaranya 35 pejabat eselon II dan 29 camat.
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kebersamaan dan kekompakan, memperkuat komunikasi, koordinasi serta kolaborasi, menyamakan persepsi terhadap arah kebijakan pembangunan daerah, dan menciptakan kepemimpinan yang berintegritas, responsif dan berorientasi pelayanan publik.
"Tidak semuanya hadir, ada yang cuti karena sakit dan umrah. Terlebih, ada empat poin penting inilah yang kita bangun dalam kegiatan capacity building ini, dan kegiatan ini diisi pendidikan fun game dan latihan fisik," katanya. (agm)