”Kami mendorong agar pembelajaran kendaraan listrik dapat masuk ke dalam kurikulum pendidikan, khususnya di SMK.
Contohnya di Jakarta Utara, sudah ada SMK yang mulai menunjukkan kesiapan dan komitmen. Kami juga meminta agar hal tersebut bisa didorong lebih luas supaya kurikulum kendaraan listrik bisa diterapkan secara resmi,” ungkapnya.
”Dengan begitu, ekosistem kendaraan listrik tidak hanya berkembang dari sisi produk dan teknologi, tetapi juga dari sisi kesiapan SDM yang menjadi faktor kunci keberhasilan transformasi ini,” tutupnya. (bud)