Tangsel Siap Jadi Kota Percontohan Molis
Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsam (tengah) didampingi Publik Relation and Event Executive AISMOLI Riniwaty Sinaga foto bersama seusai menerima kunjungan dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) di Balai Kota Tangsel, Rabu (11/2). -Tri Budi/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menerima kunjungan Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) di Balai Kota Tangsel, Rabu (11/2).
Dalam kunjungan tersebut, Pilar didampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangsel Sabam Maringan. Pertemuan berlangsung di Ruang Display Balai Kota Tangsel.
Pilar mengatakan, kunjungan AISMOLI merupakan tindak lanjut dari audiensi sebelumnya yang telah dilakukan Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangsel dengan Sekretaris Jenderal AISMOLI.
“Alhamdulillah, pada siang hari ini kami mendapatkan kunjungan balasan dari AISMOLI. Sebelumnya Pak Kepala Dinas Ketenagakerjaan sudah berkunjung ke Sekjen AISMOLI, dan hari ini AISMOLI datang kembali membawa puluhan perusahaan motor listrik, termasuk perusahaan spare part dan pendukung lainnya,” ujarnya, Rabu (11/2).
Pilar menyambut baik audiensi tersebut dan berharap pertemuan itu dapat ditingkatkan menjadi kerja sama yang lebih erat antara Pemkot Tangsel dan AISMOLI.
“Mudah-mudahan ke depan bisa ditingkatkan menjadi kerja sama yang lebih erat, supaya kita bisa menciptakan ekosistem kota yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan tentu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Karena bagaimanapun juga, masa depan transportasi adalah kendaraan listrik,” tambahnya.
Menurutnya, pengembangan kendaraan listrik juga sejalan dengan arahan Presiden RI terkait pembangunan berkelanjutan dan lingkungan hidup yang lebih asri.
Dalam pertemuan itu, Pemkot Tangsel dan AISMOLI juga membahas berbagai kendala yang dihadapi industri motor listrik, termasuk dukungan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di wilayah perkotaan.
“Kami berdiskusi mengenai kendala yang dihadapi perusahaan motor listrik, harapan dari AISMOLI, serta harapan kami sebagai pemerintah daerah. Kami berharap Kota Tangerang Selatan bisa menjadi kota percontohan sehingga pelan-pelan kita bisa menciptakan ekosistem yang ramah bagi electric vehicle, khususnya kendaraan motor,” jelasnya.
Pilar menegaskan, ekosistem kendaraan listrik tidak hanya menyasar kendaraan dinas pemerintah, tetapi juga transportasi publik hingga kendaraan masyarakat umum. Terkait fasilitas pendukung seperti bengkel dan stasiun pengisian daya, Pilar menyebut hal tersebut menjadi perhatian penting Pemkot Tangsel.
“Kita harus memastikan masyarakat mendapatkan kemudahan, termasuk ketersediaan bengkel. Ke depan, bengkel-bengkel konvensional bisa didorong agar mampu menangani motor listrik. Karena masyarakat perlu kepastian kalau ada kendala atau trouble, bengkelnya ada di mana,” tuturnya.
Selain itu, Pemkot Tangsel juga siap mendukung penyediaan charging station di beberapa titik strategis, termasuk kantor pemerintahan. “Kemudian charging station juga harus dipikirkan. Kami siap jika ke depan ada kantor-kantor pemerintahan seperti kantor kelurahan atau kecamatan yang memungkinkan dipasang charging station demi memudahkan masyarakat,” tambahnya.
Pilar menilai, kerja sama ini juga memiliki peluang besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya anak muda Tangsel yang membutuhkan akses lapangan pekerjaan.
“Kami menitipkan juga, Tangsel memiliki banyak anak muda yang ingin bekerja. Kalau bisa ada program magang maupun peluang kerja di perusahaan-perusahaan motor listrik, kami harap anak-anak Tangsel bisa ikut dilibatkan,” katanya.
Sumber:

