BJB FEBRUARI 2026

Tangsel Siap Jadi Kota Percontohan Molis

Tangsel Siap Jadi Kota Percontohan Molis

Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsam (tengah) didampingi Publik Relation and Event Executive AISMOLI Riniwaty Sinaga foto bersama seusai menerima kunjungan dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) di Balai Kota Tangsel, Rabu (11/2). -Tri Budi/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Wakil Wali Kota Tang­sel Pilar Saga Ichsan menerima kunjungan Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) di Balai Kota Tangsel, Rabu (11/2).

Dalam kunjungan tersebut, Pilar didampingi Kepala Dinas Ketena­gakerjaan Kota Tangsel Sabam Ma­ringan. Pertemuan berlangsung di Ruang Display Balai Kota Tangsel.

Pilar mengatakan, kunjungan AISMOLI merupakan tindak lanjut dari audiensi sebelumnya yang telah dilakukan Dinas Ketena­ga­kerjaan Kota Tangsel dengan Sek­retaris Jenderal AISMOLI.

“Alhamdulillah, pada siang hari ini kami mendapatkan kunjungan balasan dari AISMOLI. Sebelumnya Pak Kepala Dinas Ketenagakerjaan sudah berkunjung ke Sekjen AIS­MOLI, dan hari ini AISMOLI datang kembali membawa puluhan peru­sahaan motor listrik, termasuk pe­rusahaan spare part dan pendu­kung lainnya,” ujarnya, Rabu (11/2).

Pilar menyambut baik audiensi tersebut dan berharap pertemuan itu dapat ditingkatkan menjadi kerja sama yang lebih erat antara Pemkot Tangsel dan AISMOLI.

“Mudah-mudahan ke depan bisa ditingkatkan menjadi kerja sama yang lebih erat, supaya kita bisa menciptakan ekosistem kota yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan tentu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Karena bagaimanapun juga, masa depan transportasi adalah kendaraan lis­trik,” tambahnya.

Menurutnya, pengembangan ken­daraan listrik juga sejalan de­ngan arahan Presiden RI terkait pembangunan berkelanjutan dan lingkungan hidup yang lebih asri.

Dalam pertemuan itu, Pemkot Tangsel dan AISMOLI juga mem­bahas berbagai kendala yang di­hadapi industri motor listrik, ter­masuk dukungan pemerintah da­e­rah dalam membangun ekosis­tem kendaraan listrik di wilayah perkotaan.

“Kami berdiskusi mengenai ken­dala yang dihadapi perusahaan motor listrik, harapan dari AISMOLI, serta harapan kami sebagai peme­rintah daerah. Kami berharap Kota Tangerang Selatan bisa menjadi kota percontohan sehingga pelan-pelan kita bisa menciptakan ekosis­tem yang ramah bagi electric vehicle, khususnya kendaraan motor,” je­lasnya.

Pilar menegaskan, ekosistem ken­daraan listrik tidak hanya me­nyasar kendaraan dinas pemerintah, tetapi juga transportasi publik hing­ga kendaraan masyarakat umum. Terkait fasilitas pendukung se­perti bengkel dan stasiun pengi­sian daya, Pilar menyebut hal ter­sebut menjadi perhatian penting Pemkot Tangsel.

“Kita harus memastikan masya­rakat mendapatkan kemudahan, termasuk ketersediaan bengkel. Ke depan, bengkel-bengkel konven­sional bisa didorong agar mampu menangani motor listrik. Karena masyarakat perlu kepastian kalau ada kendala atau trouble, bengkelnya ada di mana,” tuturnya.

Selain itu, Pemkot Tangsel juga siap mendukung penyediaan char­ging station di beberapa titik stra­tegis, termasuk kantor pemerin­tahan. “Kemudian charging station juga harus dipikirkan. Kami siap jika ke depan ada kantor-kantor pemerintahan seperti kantor kelu­rahan atau kecamatan yang me­mung­kinkan dipasang charging station demi memudahkan masya­rakat,” tambahnya.

Pilar menilai, kerja sama ini juga memiliki peluang besar untuk me­ningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya anak muda Tangsel yang membutuhkan akses lapangan pekerjaan.

“Kami menitipkan juga, Tangsel memiliki banyak anak muda yang ingin bekerja. Kalau bisa ada pro­gram magang maupun peluang kerja di perusahaan-perusahaan motor listrik, kami harap anak-anak Tangsel bisa ikut dilibatkan,” kata­nya.

Sumber: