Disperindag Jamin Ketersediaan Gas 3 Kg

Minggu 01-02-2026,21:02 WIB
Reporter : Ahmad Fadilah
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak menjamin ketersediaan LPG subsidi 3 kilogram (Kg) bagi masyarakat. Hal ter­sebut berdasarkan koordinasi dengan pi­hak Pertamina, pasokan gas melon ter­sebut dipastikan mencukupi untuk me­menuhi kebutuhan harian warga di Lebak. 

Yani, Kepala Bidang Perdagangan Dis­perindag Lebak mengatakan, berda­sarkan alokasi atau kuota LPG tabung 3 Kg yang diberikan Pertamina kepada Kabupaten Lebak tahun 2026 sebanyak 27.322 metrik (MT) x 1.000 Kg = 27.322.000 Kg : 3 Kg (tabung). Jadi kata Yani, jika dikonversi ke tabung 3 Kg, kuota LPG 3 Kg sekitar 9.107.333 tabung. 

"Kuota 9.107.333 tabung ini diberikan kepada 21 agen LPG yang ada di Lebak, dan disebar ke 700 pangkalan LPG," kata­nya kepada wartawan di Rangkasbitung, Minggu (1/2). 

Yani mengatakan, masya­rakat tidak perlu khawatir akan terjadinya kelangkaan. Kepastian ini didapat setelah pihaknya melakukan evaluasi rutin terhadap jalur distribusi gas bersubsidi tersebut.

"Sesuai informasi dari Per­tamina, untuk elpiji 3 kilogram persediaannya mencukupi, jadi tidak mungkin terjadi kelangkaan," ujarnya. 

Selain LPG, Disperindag juga melakukan pengawasan terhadap ketersediaan bahan kebutuhan pokok. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dini menyambut datangnya bulan suci Rama­dan dan Idul Fitri 1447 H. 

Menurut dia, ketahanan pangan di Lebak berada dalam kondisi aman. Pihaknya bahkan telah melakukan koordinasi intensif dengan Bulog untuk memastikan cadangan pangan mampu mencukupi kebutuhan warga hingga beberapa bulan ke depan.

"Untuk ketersediaan bahan kebutuhan pokok cukup, bahkan sampai untuk be­berapa bulan ke depan. Kita juga sudah tinjau langsung ke gudang Bulog," jelasnya.

Untuk harga pangan di pasar tradisional, lanjut Yani, saat ini masih relatif stabil. Dis­perindag bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan akan terus mengintensifkan penga­wasan di lapangan guna men­cegah praktik penim­bunan atau lonjakan harga yang tidak wajar.

"Langkah preventif ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah momentum hari besar keagamaan," ucapnya.

Evi, penjual beras, telur dan minyak di Pasar Rangkasbitung mengaku, saat ini sejumlah bahan pokok seperti beras dan telur memang stabil. Namun, stabilnya di harga yang cukup tinggi. 

"Kami tidak persis ini akibat dari apa, jika melihat pasokan, hingga saat ini tidak ada kendala," tuturnya. (fad)

Kategori :