Warga Desak Pemdes Sukamanah Perbaiki Drainase
KERJA BAKTI: Warga RT 17 RW 14 Perumahan Mutiara Puri Harmoni, Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, menggelar kerja bakti di wilayah setempat.-Dokumentasi Pengurus RT setempat-
TANGERANGEKSPRES.ID, RAJEG — Warga Perumahan Mutiara Puri Harmoni, Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, mendesak pemerintah desa setempat untuk segera memfasilitasi perbaikan infrastruktur drainase. Hal ini menyusul musibah banjir yang kembali merendam wilayah tersebut pada Minggu (25/1/2026) dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa.
Ketua RT 017 RW 014, Depri Aprizal, menyatakan kondisi banjir cukup memprihatinkan. Ini karena air tidak hanya merendam jalanan, tetapi juga masuk ke dalam rumah warga.
”Banjir terjadi hanya dalam waktu 60 menit setelah hujan deras. Ini membuktikan bahwa sistem drainase di wilayah kami sudah tidak berfungsi dengan baik,” ujar Depri, Jumat (30/1).
Berdasarkan surat permohonan bantuan penanggulangan bencana yang diajukan kepada Kepala Desa Sukamanah, terdapat tiga poin utama yang menjadi penyebab buruknya banjir di RT 017.
Pertama, kerusakan pada dinding saluran air yang dipicu oleh aktivitas alat berat yang melintas di area tersebut. Lalu, penumpukan lumpur yang parah di sepanjang aliran drainase utama yang menyumbat laju air. Berikutnya, saluran drainase utama yang sudah tidak berfungsi secara optimal.
Dalam lampiran data warga yang diserahkan kepada pihak desa, tercatat sedikitnya 21 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh banjir ini. Beberapa warga yang rumahnya terendam di antaranya berada di Blok JA3, JA2, hingga JA1.
”Kami sangat berharap Kepala Desa Sukamanah segera menindaklanjuti permohonan ini. Perbaikan infrastruktur sangat mendesak demi meringankan beban masyarakat setiap kali hujan deras tiba,” tambah Depri.
Surat permohonan perbaikan infrastruktur dengan nomor 002/MPH/017/I/2026 tersebut juga telah ditembuskan kepada Camat Rajeg Oman Apriaman sebagai langkah formal agar koordinasi penanganan banjir dapat dilakukan secara lintas sektoral dan pengembang.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih waswas menunggu kepastian perbaikan mengingat curah hujan di wilayah Kabupaten Tangerang diprediksi masih akan tinggi dalam beberapa pekan ke depan. (zky)
Sumber:

