TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Tim Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak melaksanakan kegiatan surveilans Nomor Kontrol Veteriner (NKV) di unit budidaya unggas petelur PT Nugen Bioscience Indonesia di Desa Leuwiipuh, Kecamatan Banjarsari, beberapa hari lalu.
Feby Herdian, Kepala Disnakeswan Lebak mengatakan, setiap unit usaha yang sudah mendapatkan NKV, wajib untuk melakukan surveilans berdasarkan tingkatan level NKV. Tujuannya, kata Feby, untuk menilai ketidaksesuaian penerapan cara yang baik di unit usaha yang sudah memiliki NKV.
"Kegiatan surveilans ini adalah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) Higiene dan Sanitasi terhadap produk peternakan dalam rangka penjaminan keamanan pangan produk asal hewan," katanya kepada wartawan melalui sambungan telepon, Minggu (1/2).
Dengan adanya surveilans NKV, Feby berharap terjadi peningkatan mutu dan gizi pangan asal hewan serta terpenuhinya persyaratan higiene sanitasi sebagai kelayakan dasar jaminan keamanan pangan asal hewan.
"Hasil surveilans menyatakan unit tersebut masih dapat mempertahankan sertifikat NKV Level 1 dengan hanya satu temuan ketidaksesuain, sehingga unit akan dilakukan surveilans 12 bulan kemudian," ujarnya.
Nanik, Kabid Kesehatan Hewan Disnakeswan Lebak menambahkan, melalui kegiatan ini, dirinya berharap unit usaha peternakan unggas petelur dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan dan menghasilkan produk yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) bagi masyarakat.
"Kami akan terus berkomitmen mendukung pengawasan dan pembinaan usaha peternakan guna menjamin keamanan pangan serta perlindungan kesehatan masyarakat," ucapnya. (fad)