SERANG — Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Banten mencatat, hingga saat terdapat 20 kecamatan yang ada di Provinsi Banten masuk dalam kategori rawan pangan. Kecamatan paling banyak berasal dari Kabupaten Tangerang.
Kepala Dinas Ketapang Provinsi Banten Nasir mengatakan, jumlah kecamatan rawan pangan telah mengalami penurunan menjadi 20 dari 21 kecamatan di 2025.
"Alhamdulillah sudah turun tapi masih ada 20 kecamatan yang masih rawan pangan," katanya, Kamis (22/1).
Ia menjelaskan kecamatan rawan pangan merupakan rumah tangga yang tingkat ketersediaan dan keamanan pangan tidak cukup untuk memenuhi standar kebutuhan fisologis bagi pertumbuhan dan kesehatan sebagian besar masyarakatnya.
"Paling banyak itu ada di wilayah Kabupaten Tangerang, kemudian disusul oleh Kabupaten Pandeglang, dan Lebak," ujarnya.
Maka dari itu, pemerintah provinsi menyiapkan sejumlah intervensi untuk warga di wilayah rawan pangan, mulai dari bantuan bahan pangan hingga program penguatan ketahanan pangan lokal.
Program itu menjadi prioritas tahunan dan ditentukan berdasarkan Peta Kerentanan dan Kerawanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA) yang disusun tiap kabupaten/kota.
Salah satu fokusnya diberikan kepada ibu hamil yang ada di wilayah tersebut.
"Ada ibu hamil yang kita berikan agar kebutuhan pangan mereka tercukupi, dan anaknya tumbuh dengan sehat," ungkapnya.
Menurut Nasir, bantuan tersebut akan diberikan menjelang Ramadan, untuk jumlah penerima berkurang dibanding tahun lalu, namun jumlah bantuannya ditingkatkan.
"Karena kalau jumlahnya banyak bantuannya sedikit tidak mencukupi bagi mereka yang membutuhkan. Makanya untuk sekarang kita kurangi tapi bantuannya kita perbanyak. Misalnya biasanya untuk 150 orang sekarang kita hanya 50 orang, nah bantuan yang untuk 100 itu kita masukan ke yang 50," tegasnya.
Tak hanya itu, Nasir juga menyebutkan terdapat CPP dalam bentuk beras yang mencapai 406,4 ton, jumlah tersebut dinilai cukup aman untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Banten.
Selain beras, CPP dalam bentuk aym Frozen juga mencapai 5,9 ton.
"Ini khusus CPP provinsi, kalau distok pangan kita cukup bayak terutama di Bulog sangat cukup," katanya.
"Dalam awal tahun ini juga akan segera kita lakukan pengadaan kembali, walaupun tidak terlalu besar karena stok kita masih banyak," tambahnya.