BJB FEBRUARI 2026

Maesyal-Intan Pamerkan Capaian Satu Tahun Kepemimpinannya

Maesyal-Intan Pamerkan Capaian Satu Tahun Kepemimpinannya

SAMPAIKAN CAPAIAN: Bupati Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah saat menyampaikan capai satu tahun kepemimpinan di Pendopo Bupati, Selasa (10/3).(Dani Mukarom/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid dan Intan Nurul Hikmah memamerkan beberapa prestasi selama satu tahun masa kepemimpinannya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tangerang. Acara yang dilaksanakan di bekas Pendopo Bupati Tangerang itu mengundang 200 lebih wartawan dan menghadirkan 20 organisasi perangkat daerah (OPD).

Salah satu yang dipaparkan adalah penurunan kasus stunting di Kabupaten Tangerang. Maesyal mengklaim angka stunting di Kabupaten Tangerang mengalami penurunan signifikan dalam setahun terakhir. Berdasarkan data pemerintah daerah, prevalensi stunting turun dari 7,7 persen atau sekitar 17.154 balita menjadi 6 persen atau 12.388 balita.

Menurut Maesyal Rasyid, penurunan tersebut merupakan hasil dari berbagai program intervensi kesehatan yang terus diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang, terutama dalam penanganan gizi ibu dan anak.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi bagi kelompok rentan. Tercatat sebanyak 7.620 balita serta 1.250 ibu hamil yang mengalami kurang energi kronis (KEK) telah menerima bantuan makanan bergizi untuk meningkatkan status kesehatan mereka.

”Pemerintah daerah juga memperluas jangkauan layanan kesehatan melalui berbagai program. Salah satunya melalui cakupan Universal Health Coverage (UHC) yang saat ini telah menjamin 100,49 persen penduduk Kabupaten Tangerang atau sekitar 3.533.206 jiwa mendapatkan perlindungan kesehatan, ” kata Maesyal, Selasa (10/3). 

Program pemeriksaan kesehatan gratis juga menjadi salah satu langkah strategis yang dilakukan pemerintah daerah. Melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), tercatat sebanyak 1.381.215 warga telah memanfaatkan layanan tersebut atau mencapai 110 persen dari target yang ditetapkan.”Pemkab Tangerang juga menghadirkan program MMR GEMILANG (Mendekatkan dan Menjamin Kesehatan Rakyat) untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Program ini telah melayani setidaknya 3.457 warga di berbagai wilayah, ” ucapnya. 

Untuk mempercepat pelayanan kesehatan, kata Maesyal, pemerintah daerah turut menambah 38 unit ambulans yang disebar di sejumlah wilayah guna mendukung penanganan keadaan darurat. Selain itu, dilakukan pula rehabilitasi terhadap 35 puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu) agar kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin meningkat.”Berbagai program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus menekan angka stunting di Kabupaten Tangerang,” ujarnya. 

Ia berharap berbagai langkah yang telah dilakukan dapat terus mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu serta anak di daerah tersebut. ”Ini angkanya bukan rekayasa,” katanya. 

Selain itu, Maesyal menjelaskan, setelah satu tahun dirinya menjabat ada beberapa pencapaian salah satunya yaitu indeks pembangunan manusia, tingkat pengangguran terbuka, tingkat stunting dan tingkat kemiskinan. ”Angkanya turun, ini tidak ada rekayasa. Jadi ini laju pertumbuhan ekonomi pada 2024 adalah 5 persen, sedangkan pada 2025 jadi 5,27 persen, ” ucapnya.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah meminta kepada masyarakat yang menemukan tetangga atau warga Kabupaten Tangerang yang sakit dan tidak tertangani untuk menghubungi pihaknya. ”Saya dengan pak Bupati sangat responsif terkait keluhan masyarakat, Kadang-kadang kita luput dan ada yang terlewat, ” ucapnya. 

Tidak hanya itu, Intan juga meminta kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mempublikasikan program kerja di media sosial. Intan menuturkan di era digital saat ini pemerintah perlu menyampaikan berbagai program yang telah dan akan dijalankan agar diketahui publik. Menurutnya, keterbukaan informasi juga menjadi bagian dari bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat.“Bukan pamer, tapi di zaman era digital ini semuanya harus kita ungkapkan. Kalau kita tidak menyampaikan, nanti dianggap tidak bekerja,” ujar Intan. 

Selain itu, Intan mengungkapkan pihaknya juga telah menginstruksikan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tangerang untuk ikut menyosialisasikan program-program pemerintah.

Menurutnya, setiap ASN harus memahami program pembangunan daerah, sehingga dapat menjelaskan kepada masyarakat secara luas.“Semua ASN diwajibkan untuk mengunggah dan mensosialisasikan program unggulan pemerintah. Mereka harus tahu program pemerintah apa saja, jangan hanya bekerja saja,” jelasnya.

Ia mengibaratkan ASN seperti pegawai di sebuah perusahaan yang harus memahami produk yang mereka tawarkan kepada masyarakat.“Kalau pegawai di mal saja harus tahu product knowledge-nya, maka ASN juga harus tahu program pemerintah yang sedang dijalankan,” ujarnya.

Sumber: