TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan kunjungan resmi kepada Gubernur Banten Andra Soni untuk memperkuat koordinasi pengawasan Bank daerah yakni Bank Banten, dan sektor jasa keuangan lainnya di wilayah Provinsi Banten.
Kunjungan tersebut dihadiri langsung oleh Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi beserta jajarannya di Pendopo Lama Gubernur Banten, Kota Serang, Senin (19/1).”Kami berdiskusi sangat produktif terkait keberadaan OJK di sini sesuai UU menyatukan tupoksi (tugas pokok dan fungsi-red) OJK untuk pengawasan bank daerah (Bank Banten-red),” kata Friderica kepada wartawan.
Menurutnya, kolaborasi dengan Pemprov Banten sangat krusial untuk mempercepat akses keuangan daerah. Salah satu program prioritas yang dibahas adalah pengembangan kredit pembiayaan untuk memberantas praktik rentenir dan pinjaman online (pinjol) ilegal yang selama ini meresahkan masyarakat.”Kami melihat potensi Banten sangat besar. Fokus kita adalah bagaimana menghadapi pinjaman ilegal dan judi online yang sangat menyusahkan. Melalui program desa inklusif bagi nelayan dan petani, kita ingin memastikan masyarakat tidak terjebak scam atau menghabiskan uang untuk hal yang merugikan seperti judol,” ujarnya.
OJK juga berencana memperluas jangkauan edukasi keuangan dengan menyasar ekosistem pesantren di Banten. Mengingat banyaknya jumlah pesantren, OJK akan membangun ekosistem keuangan syariah dan mendukung UMKM berbasis santri.”Nanti OJK dengan lembaga jasa keuangan baik berbasis di sini maupun nasional kita sinergikan bersama-sama memberikan edukasi literasi masyarakat,” ungkapnya.
Pertemuan ini diharapkan dapat mengakselerasi program kerja Gubernur Banten dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui sistem keuangan yang inklusif dan aman.
Kepala OJK Provinsi Banten, Adi Dharma mengatakan kondisi kesehatan Bank Banten terus menunjukkan tren positif signifikan. Transformasi bank plat merah ini mulai membuahkan hasil nyata dalam kurun waktu satu tahun terakhir.”Sejauh ini bank Banten tumbuh positif, asetnya tumbuh menjadi Rp10,5 triliun dari sebelumnya 2024 hanya Rp7 triliun. Kemudian laba bersihnya juga mencatatkan angka positif sebesar Rp61,3 miliar,” katanya.
Menurutnya, penguatan likuiditas Bank Banten juga akan terus meningkat sejalan dengan akan adanya pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dari tiga kabupaten/kota di Banten.”Dengan kembalinya tiga RKUD ini ke Bank Banten tentunya akan membuat Bank Banten akan lebih baik lagi,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan perkembangan Bank Banten yang kini terus tumbuh dan berkembang dibawah pengawasan OJK. ”Saya mohon untuk terus dibina dikawal pastikan Bank Banten bisa menjadi kebanggan warga Banten, ssperti yang pernah saya sampaikan dari produktifitas menuju berkualitas,” katanya.
Ia mengaku, berdasarkan hasil pertemuan pihaknya bersama OJK akan mengakselerasi literasi keuangan pada masyarakat yang ada di Banten.”Ini tentu juga dalam rangka mengakselerasi program presiden yang dampaknya ke masyarakat, kita akan terus memelihara harapan bekerja secara perlahan tapi ada yang kita kerjakan,” paparnya.(mam)