Puluhan Warga Kota Serang Masih Ngungsi

Rabu 14-01-2026,21:35 WIB
Reporter : Aldi Alpian Indra
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Puluhan warga Kota Serang masih bertahan di lokasi pengungsian akibat dampak banjir dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan sementara Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang per Rabu (14/1) pukul 14.10 WIB, tercatat sebanyak 60 jiwa masih mengungsi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, menyam­paikan bahwa bencana hidro­meteorologi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir berdampak cukup luas. Total warga terdampak mencapai 1.744 kepala keluarga (KK) atau 6.385 jiwa. 

“Untuk sementara, kami men­catat ada 60 warga yang masih berada di pengungsian. Mereka ditempatkan di tenda yang kami dirikan di Lingkungan Tanggul Jaya, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen,” ujarnya. 

Selain menyebabkan pengung­sian, banjir juga merendam 1.579 rumah warga. Sementara itu, dam­pak cuaca ekstrem meng­akibatkan 29 rumah rusak, serta kerusakan pada dua fasilitas umum, yakni Pondok Pesantren Riyadul Barokah dan SMPN 18 Kota Serang.

Diat menjelaskan, secara ke­seluruhan tercatat 34 kejadian banjir di berbagai titik wilayah Kota Serang. Selain itu, BPBD juga menangani 10 kejadian pohon tumbang serta 28 kejadian rumah roboh akibat terpaan angin ken­cang dan hujan deras. 

“Tim kami terus melakukan monitoring dan penanganan di lapangan. Personel dan peralatan sudah kami turunkan untuk mem­bantu evakuasi warga terdampak, penanganan pohon tumbang, serta asesmen rumah yang roboh,” katanya. 

Ia menambahkan, BPBD Kota Serang juga secara intensif mela­kukan pemantauan cuaca melalui BMKG, serta memonitor informasi kebencanaan dari media sosial dan call center BPBD. Pendataan terus dilakukan untuk memastikan seluruh wilayah terdampak ter­tangani.

Terkait kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, Diat meng­imbau masyarakat agar tetap waspada. “Kami mengimbau warga untuk selalu mengikuti perkem­bangan informasi cuaca. Bagi yang tinggal di daerah rawan bencana agar lebih berhati-hati,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pengguna jalan yang melintas di kawasan rawan longsor dan pohon tumbang untuk meningkatkan kewaspadaan. “Keselamatan harus menjadi prioritas, terutama saat cuaca buruk,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia menegaskan bahwa penanganan banjir saat ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, khususnya pangan dan layanan kesehatan di lokasi pengungsian. 

“Prioritas utama sekarang adalah memastikan kebutuhan makan dan kondisi kesehatan warga terpenuhi. Setelah itu, kami akan melanjutkan penanganan pada sektor infrastruktur, termasuk normalisasi sungai yang me­ngalami pendangkalan bersama pihak terkait,” ujarnya.

Agis juga menyoroti banyaknya titik banjir di Kota Serang yang dipicu oleh berbagai faktor ling­kungan. Ia mengajak seluruh la­pisan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi sekitar. 

“Kami mengajak warga agar bersama-sama menjaga ling­kungan, termasuk tidak mendirikan bangunan di sepanjang bantaran sungai yang bisa menyebabkan penyempitan aliran air dan me­micu banjir,” tegasnya. (ald)

Kategori :