TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG— Sebanyak lima kecamatan di kota Tangerang terkena banjir. Kelima kecamatan tersebut yakni Periuk, Jatiuwung, Benda, Cibodas, dan Neglasari. Bencana ini terjadi setelah Tangerang diguyur hujan beberapa hari ke belakang.
Pemkot Tangerang mengerahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan penanganan sekaligus melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar mengatakan, pihaknya bersama petugas gabungan terjun ke beberapa titik wilayah yang terdampak banjir akibat hujan deras mengguyur kota Tangerang.
Mahdiar menyampaikan, pihaknya melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS-PB) mencatat beberapa titik wilayah di beberapa kecamatan, diantaranya Kecamatan Benda, Neglasari, Periuk, Jatiuwung, dan Cibodas, sempat terendam banjir dengan ketinggian variatif, yakni 20-60 centimeter.
”Ketinggian air bervariasi mulai dari 20 hingga 60 sentimeter, dengan dampak pada akses jalan, pemukiman warga, hingga fasilitas umum,” jelas Mahdiar.
Hujan deras yang disertai angin kencang juga mengakibatkan pohon tumbang di sejumlah titik. Salah satunya di Jalan Perintis Kemerdekaan II, Babakan, yang sempat menutup akses jalan dan menimpa satu unit mobil fortuner.
”Petugas gabungan terus bergerak cepat melakukan penanganan,” kata Mahdiar.
Dia menyebut, BPBD bersama petugas gabungan juga melakukan penyedotan di ruas jalan maupun pemukiman warga yang terdampak banjir.
Pemnkot Tangerang terus memantau tinggi muka air (TMA) sungai melalui CCTV, mengingat debit air masih menunjukkan tren peningkatan.
Berdasarkan informasi cuaca, ata Mahdiar, wilayah Kota Tangerang dan sekitarnya masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat hingga malam hari.
Oleh karenanya dia mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan dan tidak mengabaikan potensi bahaya selama musim hujan berlangsung.
”Kami tetap siaga dengan dilengkapi perlengkapan rescue sebagai langkah antisipasi jika nantinya terjadi kondisi darurat,” ujarnya.
Pihaknya juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pencegahan banjir, seperti menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran air tidak tersumbat oleh sampah.
Mahdiar menambahkan, pihaknya mendorong agar masyarakat dapat memanfaatkan solusi lingkungan berbasis partisipasi seperti pembuatan lubang biopori dan sumur resapan untuk membantu penyerapan air hujan dan mengurangi potensi genangan. (ziz)