BJB NOVEMBER 2025

Lima Kecamatan Diterjang Banjir

Lima Kecamatan Diterjang Banjir

Salah satu ruas jalan terendam banjir di wilayah Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Senin 12 Januari 2026.-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG— Sebanyak li­ma kecamatan di kota Ta­ngerang terkena banjir. Kelima kecamatan tersebut yakni Pe­riuk, Jatiuwung, Benda, Cibo­das, dan Neglasari. Bencana ini terjadi setelah Tangerang diguyur hujan beberapa hari ke belakang. 

Pemkot Tangerang mengerah­kan Organisasi Perangkat Da­erah (OPD) terkait melakukan penanganan sekaligus mela­kukan evakuasi warga yang terdampak banjir.

Kepala Badan Penanggula­ngan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar me­ngata­kan, pihaknya bersama petugas gabungan terjun ke beberapa titik wilayah yang terdampak banjir akibat hujan deras meng­guyur kota Ta­nge­rang.

Mahdiar menyampaikan, pi­haknya melalui Pusat Pengen­dalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS-PB) mencatat beberapa titik wilayah di beberapa kecamatan, dian­taranya Kecamatan Benda, Neg­lasari, Periuk, Jatiuwung, dan Cibodas, sempat terendam banjir dengan ketinggian va­riatif, yakni 20-60 centimeter. 

”Ketinggian air bervariasi mulai dari 20 hingga 60 senti­meter, dengan dampak pada akses jalan, pemukiman warga, hingga fasilitas umum,” jelas Mahdiar. 

Hujan deras yang disertai angin kencang juga mengaki­batkan pohon tumbang di se­jumlah titik. Salah satunya di Jalan Perintis Kemerdekaan II, Babakan, yang sempat menu­tup akses jalan dan menimpa satu unit mobil fortuner.

”Petugas gabungan terus ber­­gerak cepat melakukan pe­na­nganan,” kata Mahdiar. 

Dia menyebut, BPBD bersama petugas gabungan juga mela­kukan penyedotan di ruas jalan maupun pemukiman warga yang terdampak banjir. 

Pemnkot Tangerang terus me­mantau tinggi muka air (TMA) sungai melalui CCTV, me­ngingat debit air masih me­nunjukkan tren peningkatan. 

Berdasarkan informasi cuaca, ata Mahdiar, wilayah Kota Ta­nge­rang dan sekitarnya masih berpotensi diguyur hujan de­ngan intensitas sedang hingga lebat hingga malam hari.

Oleh karenanya dia mengim­bau kepada masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan dan tidak mengabaikan potensi bahaya selama musim hujan berlangsung.

”Kami tetap siaga dengan di­lengkapi perlengkapan rescue sebagai langkah antisipasi jika nantinya terjadi kondisi daru­rat,” ujarnya.

Pihaknya juga menekankan pentingnya peran aktif ma­syarakat dalam pencegahan banjir, seperti menjaga ke­ber­sihan lingkungan, terutama saluran air tidak tersumbat oleh sampah.

Mahdiar menambahkan, pi­haknya mendorong agar masya­rakat dapat memanfaatkan so­lusi lingkungan berbasis par­tisipasi seperti pembuatan lubang biopori dan sumur re­sapan untuk membantu penye­rapan air hujan dan mengurangi potensi genangan. (ziz)

Sumber: