KLH Turun Tangan Bantu Tangsel Tangani Sampah

Senin 22-12-2025,20:53 WIB
Reporter : Tri Budi Sulaksono
Editor : Andi Suhandi

Menurutnya, disisi lain  penilaian adipura juga dilakukan. Jadi didaerah Kota Tangsel, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang posisinya masih masuk dalam kota kotor. Sehingga harus ada upaya serius yang dilakukan.

"Adipura dalam 4 kriteria, yaitu kota kotor, dan kota bersertifikat, kota adipura, dan adipura kencana. Sampai hari ini yang memiliki potensi adipura hanya 3 kabupaten se-Indonesia. Jadi yang lain masih dalam posisi sertifikat tapi sebagian besar masih dalam kondisi kota kotor. Jadi ini sebenarnya sertifikat yang sedang dinilai dan dan kita akan lakukan penilaian secara terbuka," ungkapnya.

Hanif menargetkan, sampah bisa masuk ke TPA Cipeucang secepatnya dan kalau bisa hari ini atau besok sudah mulai bisa dibuang. "Tapi ingat, sampah ini beban kita bersama. Jadi harus diselesaikan dulu. Momentum ini harus menjadi pembelajaran yang sangat serius. Kita tidak boleh main-main dan ini kejadian luar biasa," tutupnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, sesuai instruksi Menteri Lingkungan Hidup pihaknya akan membuang kembali sampah ke TPA Cipeucang. "Mulai hari ini atau besok kita mulai biang sampah lagi ke Cipeucang tapi, nanti kita lihat dilapangannya seperti apa," ujarnya.

Pria yang biasa disapa Pak Ben tersebut menambahkan, saat ini di TPA Cipeucang sedang dikerjakan jalan masuk oleh Dinas Pekerjaan Umum untuk menuju ke landfill 3 karena, landfill 1-2 udah tidak bisa dipakai lagi. "Di Cipeucang ini masih ada lahan yang bisa untuk transit sementara sampahnya sebelum dibuang ke lanffil 3. Landfill 4 akan segera difungsikan," tambahnya.

Pak Ben optimis sampai Juni 2026 mendatang TPA Cipeucang sudah siap ditutup karena pihaknya sudah bisa gunakan teknologi yang lain, baik PSEL maupun kerjasama dengan daerah lain. Untuk teknologi sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup tetap mengunakan sanitary landfill, sedangkan untuk waste to energy nanti akan gunakan Perpres Nomor 109 dan insya allah kita akan diberikan arahan," jelasnya.

Pak Ben mengaku, sampai Juni 2026 yang dikerjakan di TPA Cipeucang adalah pembangungan terasering terus dilakukan. Yang tidak kalah penting adalah membuang gas metan ke atas supaya tidak jadi potensi bahaya tersembunyi. Kemudian menormalisasi Kali Cirompang, penanganan lindi dan nantinya akan dibuat penampungan dan pengolahan lindi yang lebih besar lagi dari pada yang sekarang.

"Kita juga akan kerjasama dengan Kota Serang nantinya untuk penanganan sampah. Mudah-mudahan awal Januari 2026 sudah bisa dilakukan, sehingga  Cipeucang kembali kita lakukan penataan. Sampah kita akan kita buang ke TPA Cilowong di Kota Serang, sehingga bisa mempercepat penyiapan TPA Cipeucang," tuturnya 

"MoU sudah kita tandatangani oleh kedua wali kota, dan sekarang dilakukan tahap pembahanan PKS-nya antara dinas, kepala bagian pemerintahan dan lainnya," ungkapnya.

Soal pengangkutan, Pak Ben mengaku pihaknya sudah membeli 27 unit truk sampah baru untuk pengangkutan sampah di dalam Kota Tangsel. Tapi, untuk pengangkatan sampah ke TPA Cilowong pihaknya akan menggunakan pihak ketiga dan targetnya 300-400 ton sampah bisa dibuang kesana setiap hari. Sampah yang akan dibuang ini adalah sampah timbulan."Alhamdullillah gubernur juga mendukung rencana kerjasama kita dengan Serang dan gubernur akan berikan arahan sesuai kondisi yang berkembang. Bantuan keuangannya nanti akan digunakan untuk penataan TPA Cilowong," jelasnya.

Terkait tuntutan warga lanjutnya, yang sekitar TPA Cipeucang, mulai anggaran 2026 bantuan kompensasi dampak negatif sudah dialokasikan per bulan, pelayanan Kesehatan sudah dibuka 2 puskesmas untuk melayani masyarakat sekitar Cipeucang.

"Penanganan lindi juga akan kita lakukan pada minggu ini, meskipun belum diolah tapi bisa dibuang karena kami kerjsama soal Ipal di daerah Sepatan di Kabupaten Tangerang," tutupnya. (bud)

Kategori :