”Harapannya, masyarakat tetap memiliki kemampuan ekonomi yang cukup sehingga pertumbuhan ekonomi daerah dapat terus kita dorong secara bersama-sama,” ungkapnya.
Bapak satu anak tersebut mengungkapkan, rapat TPID bukan sekadar kegiatan rutinitas namun, forum konsolidasi untuk merumuskan langkah-langkah mitigasi yang cepat, tepat dan terukur dalam pengendalian inflasi.
”Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk mengambil langkah yang fokus dan terukur berdasarkan beberapa strategi pengendalian inflasi,” tuturnya.
Strategi tersebut antara lain keterjangkauan harga. Dirinya meminta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk secara intensif memantau perkembangan harga harian di pasar-pasar tradisional, serta juga di pasar modern.
”Apabila diperlukan, segera lakukan operasi pasar dan gelar pangan murah secara masif dan tepat sasaran, khususnya di wilayah yang terindikasi mengalami lonjakan harga tertinggi,” jelasnya.
”Seperti yang selama ini kita lakukan di Kota Tangsel, kegiatan operasi pangan murah biasanya dilakukan secara periodik di setiap kecamatan, termasuk menjelang akhir tahun,” tuturnga.
Pilar mengaku, apabila terjadi kelangkaan atau lonjakan harga, dirinya minta agar segera dikomunikasikan dengan pihak-pihak terkait, baik perusahaan, supermarket, minimarket, maupun para produsen.
”Mereka harus kita pastikan selalu siap ketika dibutuhkan. Mekanisme ini sebelumnya telah berjalan baik, dan saya harap dapat segera dilanjutkan serta diperkuat melalui koordinasi yang intensif dengan pihak swasta,” ungkapnya.
Penyula olahraga sepakbola tersebut mengungkapkan, stategi selanjutnya adalah ketersediaan pasokan. Dirinya minta kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk memastikan ketersediaan stok seluruh komoditas pangan strategis mencukupi hingga akhir Januari 2026.
”Lakukan koordinasi dengan daerah-daerah penghasil agar pasokan tetap terjaga dan tidak terjadi kekosongan stok yang berpotensi memicu panic buying di masyarakat,” katanya.
Pilar menilai jika program RW Mantap sudah cukup baik dan merata di berbagai wilayah namun, perlu terus diperkuat kembali. Ia juga meminta agar capaian program tersebut dibuat lebih terukur. Dimana setiap bantuan yang diberikan, baik berupa bibit tanaman, bibit ternak, maupun bibit tanaman pangan seperti cabai, harus dievaluasi tingkat keberhasilannya.
”Jangan sampai bantuan yang kita salurkan tidak tepat sasaran atau tidak dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Harapannya, dari bibit yang diberikan tersebut, masyarakat dapat terus berproduksi dan berkelanjutan,” terangnya.
Menurutnya, wilayahnya kebutuhan pokok masih tergantung dari pasokan daerah lain.
Sehingga di kantong-kantong pasar bahan sembako stoknya harus tetap tersedia.
”Untuk menekan inflasi ini adalah tanggung jawab kita bersama, baik Pemkot Tangsel, Forkopimda, maupun seluruh sektor swasta. Saya berharap rapat hari ini dapat menghasilkan rencana aksi yang tajam, realistis dan disertai dengan komitmen implementasi yang kuat,” ungkapnya.
”Mari kita buktikan bahwa Pemkota Tangsek hadir dan mampu memberikan rasa aman, kepastian, serta perlindungan kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok selama momen Nataru,” tutupnya. (bud)