Pemkot Pastikan Pasokan Bahan Pokok Aman

Selasa 09-12-2025,20:56 WIB
Reporter : Tri Budi Sulaksono
Editor : Endang Sahroni

”Harapannya, masyarakat tetap memiliki kemampuan ekonomi yang cukup sehingga pertum­buhan ekonomi daerah dapat terus kita dorong secara bersama-sama,” ungkapnya.

Bapak satu anak tersebut meng­ungkapkan, rapat TPID bukan sekadar kegiatan rutinitas namun, forum konsolidasi untuk meru­muskan langkah-langkah mitigasi yang cepat, tepat dan terukur dalam pengendalian inflasi.

”Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk mengambil langkah yang fokus dan terukur berdasarkan beberapa strategi pengendalian inflasi,” tuturnya.

Strategi tersebut antara lain ke­terjangkauan harga. Dirinya meminta kepada Dinas Perindus­trian dan Perdagangan untuk secara intensif memantau per­kem­bangan harga harian di pa­sar-pasar tradisional, serta juga di pasar modern. 

”Apabila diperlukan, segera la­kukan operasi pasar dan gelar pangan murah secara masif dan tepat sasaran, khususnya di wila­yah yang terindikasi mengalami lonjakan harga tertinggi,” jelasnya.

”Seperti yang selama ini kita lakukan di Kota Tangsel, kegiatan operasi pangan murah biasanya dilakukan secara periodik di setiap kecamatan, termasuk menjelang akhir tahun,” tuturnga.

Pilar mengaku, apabila terjadi kelangkaan atau lonjakan harga, dirinya minta agar segera diko­munikasikan dengan pihak-pihak terkait, baik perusahaan, super­market, minimarket, maupun para produsen. 

”Mereka harus kita pastikan selalu siap ketika dibutuhkan. Mekanisme ini sebelumnya telah berjalan baik, dan saya harap dapat segera dilanjutkan serta diperkuat melalui koordinasi yang intensif dengan pihak swas­ta,” ungkapnya.

Penyula olahraga sepakbola tersebut mengungkapkan, stategi selanjutnya adalah ketersediaan pasokan. Dirinya minta kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk memastikan ketersediaan stok seluruh komo­ditas pangan strategis mencukupi hingga akhir Januari 2026. 

”Lakukan koordinasi dengan daerah-daerah penghasil agar pasokan tetap terjaga dan tidak terjadi kekosongan stok yang ber­potensi memicu panic buying di masyarakat,” katanya.

Pilar menilai jika program RW Mantap sudah cukup baik dan merata di berbagai wilayah na­mun, perlu terus diperkuat kem­bali. Ia juga meminta agar capaian program tersebut dibuat lebih terukur. Dimana setiap bantuan yang diberikan, baik berupa bibit tanaman, bibit ternak, maupun bibit tanaman pangan seperti cabai, harus dievaluasi tingkat keberhasilannya. 

”Jangan sampai bantuan yang kita salurkan tidak tepat sasaran atau tidak dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Hara­pannya, dari bibit yang diberikan tersebut, masyarakat dapat terus berproduksi dan berkelanjutan,” terangnya. 

Menurutnya, wilayahnya kebutuhan pokok masih tergantung dari pasokan daerah lain.

Sehingga di kantong-kantong pasar bahan sembako stoknya harus tetap tersedia.

”Untuk menekan inflasi ini adalah tanggung jawab kita bersama, baik Pemkot Tangsel, Forkopimda, maupun seluruh sektor swasta. Saya berharap rapat hari ini dapat menghasilkan rencana aksi yang tajam, realistis dan disertai dengan komitmen implementasi yang kuat,” ungkapnya.

”Mari kita buktikan bahwa Pemkota Tangsek hadir dan mampu memberikan rasa aman, kepastian, serta perlindungan kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok selama momen Nataru,” tutupnya. (bud)

Kategori :

Terkini

Selasa 03-02-2026,22:00 WIB

Gelar Kerja Bakti Massal Pasca Banjir

Selasa 03-02-2026,21:59 WIB

19 Tambang Ilegal Diusulkan Tutup

Selasa 03-02-2026,21:54 WIB

2026 Kota Tangerang Berkualitas