Bupati Pastikan Penanganan Darurat Banjir Berjalan
MENINJAU: Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung kondisi banjir yang melanda Desa Jenggot, Kecamatan Mekar Baru, Selasa (3/2).(Humas Pemkab Tangerang)--
TANGERANGEKSPRES.ID, MEKARBARU — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung kondisi banjir yang melanda Desa Jenggot, Kecamatan Mekar Baru, Selasa (3/1). Ia memastikan penanganan darurat banjir berjalan.
Kunjungan Maesyal didampingi sejumlah kepala perangkat daerah terkait, di antaranya Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, BPBD, Dinas Sosial, Camat Mekar Baru, serta unsur Forkopimcam. Rombongan menyisir beberapa titik banjir sekaligus mengecek kondisi infrastruktur yang terdampak genangan.
Maesyal mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen hadir langsung di tengah masyarakat saat bencana terjadi. Menurutnya, keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas utama dalam penanganan banjir.
”Penanganan banjir harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Keselamatan warga serta kebutuhan dasarnya menjadi fokus utama pemerintah daerah,” jelasnya.
Ia menjelaskan, langkah awal yang dilakukan saat ini adalah membersihkan gorong-gorong serta area di sekitar jembatan yang dinilai menghambat aliran air. Sementara itu, untuk jangka panjang, Pemkab Tangerang akan melakukan kajian teknis guna mencari solusi permanen, termasuk rencana peninggian jembatan agar tidak kembali menimbulkan genangan saat hujan deras.”Penanganan tidak boleh hanya bersifat sementara. Kita akan kaji secara teknis agar solusi jangka panjang bisa segera direalisasikan,” katanya.
Selain memantau kondisi lapangan, Bupati juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi. Warga diminta segera melapor kepada aparat setempat jika menemukan kondisi darurat di lingkungannya.
Sementara, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik mengatakan, hingga per 3 Februari masih ada tiga kecamatan yang tergenang banjir. Yakni, Kecamatan Mekar Baru, Gunung Kaler dan Kresek.
”Tiga kecamatan ini dilintasi Sungai Cidurian, jadi banjir karena luapan air sungai. Dulu ada pengungsi sekarang warga terdampak sudah kembali ke rumah masing-masing,” jelasnya.
Lanjutnya, logistik masih disalurkan untuk memastikan kebutuhan warga terdampak banjir terpenuhi. Kata dia, ada tim di seluruh kecamatan dan desa khusus memantau kebutuhan logistik pengungsi maupun warga terdampak.
”Ada 9 desa di tiga kecamatan ini yang tergenang. Kalau kecamatan lain sudah surut termasuk Rajeg. Kebutuhan logistik terus kita pantau, terutama makanan jangan sampai kekurangan dan terkesan pemerintah daerah abai akan urusan banjir,” jelasnya.(sep)
Sumber:

