BJB

Bus Listrik Masuk Serang, Dua Koridor Diuji Lima Hari

Bus Listrik Masuk Serang, Dua Koridor Diuji Lima Hari

BUS LISTRIK: Bus listrik yang disiapkan DAMRI untuk beroperasi di Kota Serang.(Pemkot Serang For Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mulai menguji alternatif transportasi publik berbasis listrik. Bekerja sama dengan DAMRI, pemkot menjadwalkan uji coba bus listrik selama lima hari, 19–23 Oktober 2026, dengan melintasi dua koridor di wilayah Kota Serang.

Uji coba ini menjadi langkah awal untuk melihat kesiapan layanan transportasi publik sebelum kerja sama lanjutan dibahas. Namun, efektivitas rute, kebutuhan masyarakat, dan keberlanjutan operasional akan menjadi pekerjaan rumah agar program tersebut tidak berhenti sebatas uji coba.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengatakan agenda tersebut merupakan tindak lanjut inisiasi kerja sama antara Pemkot Serang dan DAMRI.

“Mulai tanggal 19 sampai 23 Oktober 2026, kita akan melakukan uji coba transportasi publik yang juga didukung oleh DAMRI,” kata Wahyu, Minggu (18/10).

Dua koridor disiapkan untuk menguji layanan tersebut. Koridor pertama menghubungkan Universitas Serang Raya (Unsera) dengan Terminal Pakupatan melalui Jalan Jenderal Ahmad Yani.

Adapun koridor kedua melayani rute Perumahan Visenda menuju Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten melalui Jalan Armada.

Menurut Wahyu, hasil uji coba akan menjadi bahan evaluasi sebelum Pemkot Serang dan DAMRI melangkah ke pembahasan kerja sama berikutnya. Karena itu, pelaksanaan di lapangan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kelayakan layanan dan manfaatnya bagi mobilitas warga.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mengembangkan transportasi publik sekaligus menyediakan pilihan perjalanan selain kendaraan pribadi.

“Ini adalah program Pak Wali Kota Budi Rustandi supaya Kota Serang semakin meledog, makin keren,” ujarnya.

Meski demikian, keberhasilan transportasi publik tidak cukup diukur dari kehadiran armada listrik atau pelaksanaan uji coba selama lima hari. Keterjangkauan akses, ketepatan waktu, kenyamanan penumpang, serta kesinambungan layanan akan menentukan apakah masyarakat benar-benar tertarik beralih menggunakan angkutan umum.

Dukungan masyarakat dan pemangku kepentingan, kata Wahyu, diperlukan agar rencana pengembangan transportasi publik di Kota Serang dapat berlanjut setelah masa uji coba berakhir.

Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi menyatakan pengembangan transportasi publik merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami ingin masyarakat memiliki lebih banyak pilihan transportasi yang nyaman dan dapat menunjang aktivitas sehari-hari,” ujar Budi.

Uji coba bus listrik ini menjadi langkah awal bagi Kota Serang untuk membangun sistem mobilitas yang lebih modern. Tantangan berikutnya adalah memastikan layanan tersebut benar-benar dibutuhkan warga, memiliki pola operasional yang jelas, dan dapat berjalan berkelanjutan setelah tahap pengujian selesai.(ald)

Sumber: