Budi Minta OPD Responsif Aduan Masyarakat
Wali Kota Serang Budi Rustandi saat memimpin rapat koordinasi evaluasi layanan Serang Siaga 112 di Sekretariat Daerah Kota Serang, Rabu (23/9). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Wali Kota Serang Budi Rustandi meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkot Serang lebih cepat merespons aduan masyarakat yang diteruskan melalui layanan Serang Siaga 112.
Hal itu disampaikan Budi saat memimpin rapat koordinasi evaluasi layanan Serang Siaga 112 di Sekretariat Daerah Kota Serang, Rabu (23/9).
Budi menilai koordinasi antarinstansi masih perlu diperkuat karena sejumlah aduan masyarakat belum ditangani secara cepat. Ia bahkan mengancam mengganti aparatur yang dinilai lamban merespons laporan.
“Saya tidak akan memotong tunjangan kinerja, malah saya ganti. Diganti malah lebih enak kita itu,” tegasnya.
Selain memperkuat layanan 112, Pemkot Serang menyiapkan Peraturan Wali Kota (Perwal) untuk membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Berbudi. Tim tersebut disiapkan untuk menangani masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam kondisi darurat.
Budi juga menyatakan telah menyetujui pengadaan satu unit mobil jenazah yang dapat digunakan masyarakat secara gratis.
Sekda Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan, posko terpadu TRC Berbudi direncanakan ditempatkan di aset milik pemkot di kawasan Taman Makam Pahlawan. Posko tersebut akan dilengkapi petugas, ambulans, tenaga medis, peralatan hingga dukungan operasional.
“Nanti mungkin ambulans standby di situ, petugasnya juga standby di situ. Yang paling penting bukan hanya petugas, tapi sopir, tenaga medis, peralatannya, termasuk biaya operasionalnya,” kata Nanang.
Nanang juga meminta SOP operator 112 diperbaiki. Operator harus mampu memilah laporan dan segera meneruskannya kepada instansi terkait, seperti BPBD, Dinas Sosial atau Satpol PP, tanpa membebani pelapor dengan terlalu banyak pertanyaan.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Serang Triningsih menyebut layanan Serang Siaga 112 telah menerima 18.428 panggilan sepanjang tahun ini. Aduan yang masuk antara lain evakuasi ular dan tawon, banjir, pohon tumbang, ODGJ, orang sakit hingga permintaan ambulans.
“Berbagai macam pengaduan ada, mulai dari evakuasi ular, tawon, banjir, pohon tumbang, ODGJ, orang sakit, dan yang lebih sering menanyakan ambulans,” ujar Triningsih.
Ia mengatakan panggilan fiktif relatif sedikit. Sesuai arahan wali kota, operator bersama perwakilan instansi terkait diminta bersiaga selama 24 jam untuk memastikan setiap laporan masyarakat segera ditindaklanjuti. (ald)
Sumber:
