Rizki Juniansyah Gagal Tanding di Asian Games
Indonesia asal Kota Serang, Rizki Juniansyah, memberi hormat saat mengumandangkan lagu Indonesia Raya di podium Olimpiade Paris 2024.--
SERANG — Atlet angkat besi asal Kota Serang, Rizki Juniansyah dipastikan gagal tampil membela Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Rizki yang telah berada di Jepang tidak dapat turun dalam pertandingan.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang, Zeka Bachdi, mengatakan pihaknya mendapat informasi Rizki mengalami cedera pada bagian bahu saat berada di Jepang. “Informasi sementara yang kita dapatkan Rizki mengalami cedera di bahu, maka tentu hal ini menghambat beliau untuk tampil,” kata Zeka, Selasa (29/9).
Menurut Zeka, kondisi tersebut membuat Rizki tidak dapat dipaksakan untuk bertanding. Ia berharap atlet peraih emas Olimpiade Paris 2024 itu segera pulih dan dapat kembali mengikuti kejuaraan lainnya.
Zeka mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab cedera yang dialami Rizki. Terkait kepulangannya dari Jepang, ia menyebut Rizki kemungkinan kembali bersama rombongan kontingen Indonesia.
Absennya Rizki juga berpengaruh terhadap rencana Kota Serang untuk menurunkannya pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Tangerang. Rizki sebelumnya masuk dalam rencana kontingen Kota Serang. “Kalau dia masih cedera, tentu enggak akan kita turunkan di Popnas,” ujarnya.
Zeka berharap kondisi Rizki segera membaik sehingga dapat kembali bertanding dan memberikan prestasi bagi Banten maupun Kota Serang. “Harapannya Rizki cepat sehat kembali, bisa beraktivitas kembali, bawa emas untuk Banten atau Kota Serang nanti di Popnas di Tangerang,” katanya.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan keterangan mengenai alasan Rizki tidak dapat bertanding di Asian Games 2026.
Erick mengatakan Rizki tidak dapat tampil setelah Court of Arbitration for Sport (CAS) menolak permohonan untuk mencabut provisional suspension yang dijatuhkan International Weightlifting Federation (IWF).
Erick menegaskan, persoalan yang dihadapi Rizki bukan terkait penggunaan substansi terlarang, melainkan pelaporan kehadiran atau whereabouts.
“Kita tentu menyayangkan Rizki tidak bisa bertanding di Asian Games kali ini. Perlu digarisbawahi bahwa sangkaan terhadap Rizki bukan soal penggunaan substansi terlarang, tapi soal pelaporan kehadiran atau whereabouts,” kata Erick, dikutip dari Kemenpora.go.id, Senin (28/9).
Erick meminta semua pihak menghormati proses hukum yang masih berjalan di CAS dan tidak berspekulasi sebelum adanya keputusan akhir. “Kita harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan di CAS dan tidak berspekulasi mendahului keputusan akhir dari proses tersebut,” ujarnya.
Kemenpora juga berkoordinasi dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) untuk memastikan Rizki mendapat pendampingan selama proses tersebut.
Erick menyayangkan absennya Rizki karena atlet asal Kota Serang tersebut merupakan salah satu andalan Indonesia dan sebelumnya sukses meraih medali emas pada Olimpiade Paris 2024. (ald)
Sumber:
