BAZNAS Bekali Mustahik Keterampilan Pijat dan Bekam
Peserta Pelatihan Pijat Syariah BAZNAS Kota Tangerang foto bersama di Gedung DPAD, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. -Humas For Tangerang Ekspres-
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang terus mendorong kemandirian ekonomi para mustahik melalui program pemberdayaan berbasis keterampilan. Salah satunya dengan menggelar pelatihan terapis pijat, bekam, dan spa syariah yang diikuti sekitar 20 peserta.
Pelatihan yang berlangsung mulai 31 Agustus hingga 6 September 2026 tersebut digelar di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi BAZNAS Kota Tangerang bersama Latifa Academy.
Ketua BAZNAS Kota Tangerang Aslie Elhusyairy mengatakan, pelatihan tersebut dirancang untuk membekali para mustahik dengan keterampilan yang memiliki peluang kerja maupun usaha cukup besar. Dengan keterampilan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya mampu memperoleh penghasilan, tetapi juga dapat meningkatkan kemandirian ekonomi keluarganya.
“Kami berharap, pelatihan ini bisa membekali para mustahik agar siap bekerja, memperoleh penghasilan hingga dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Pelatihan ini sendiri diikuti sekitar 20 peserta yang memenuhi persyaratan tanpa ada biaya apapun,” ujar Aslie, Selasa (1/9).
Menurutnya, program pemberdayaan semacam ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS agar penyaluran zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga dapat memberikan dampak jangka panjang bagi penerimanya. Para mustahik didorong memiliki kemampuan yang dapat menjadi modal untuk membuka peluang usaha secara mandiri.
Sementara itu, Owner Latifa Bumi Berdaya (Latifa Academy) Verawaty Amir mengatakan, peserta akan mendapatkan berbagai materi praktik selama pelatihan, sekaligus dibekali sertifikasi sebagai penunjang pengembangan keterampilan setelah menyelesaikan program.
“Pelatihan ini akan dibekali sertifikasi sehingga keterampilan yang didapatkan bisa dikembangkan menjadi pekerjaan dan peluang usaha, seperti membuka layanan pijat dari rumah,” kata Verawaty.
Ia menjelaskan, sejumlah materi akan diberikan selama sepekan, mulai dari teknik pijat tradisional, refleksi, hingga materi lainnya yang berkaitan dengan pelayanan terapi.
Pelatihan turut melibatkan praktisi yang memiliki pengalaman di bidangnya sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga pengalaman praktik.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta. Salah satunya Saprudin, warga Kecamatan Periuk, yang mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pelatihan tersebut.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini untuk mendapatkan wawasan, keterampilan dan pengalaman baru yang bisa digunakan untuk membuka peluang penghasilan lainnya,” ujarnya.
Saprudin mengatakan, selama ini dirinya mengandalkan pekerjaan sebagai pengemudi ojek online setelah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Karena itu, keterampilan baru yang diperoleh dari pelatihan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk mendapatkan sumber penghasilan tambahan.
Melalui pelatihan ini, BAZNAS Kota Tangerang berharap para mustahik dapat naik kelas, dari penerima manfaat menjadi individu yang lebih mandiri secara ekonomi dan pada akhirnya mampu menjadi muzaki. (mg-9/mol)
Sumber:
