BJB

Produksi Padi Banten Tembus 1,2 Juta Ton

Produksi Padi Banten Tembus 1,2 Juta Ton

Gubernur Banten, Andra Soni menghadiri Panen Raya Padi Organik PS-08 seluas 1.500 hektar dan di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (30/7).--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Gubernur Banten, Andra Soni menyebut pada 2025 realisasi produksi padi di Provinsi Banten telah mencapai 1.214.654 ton. Angka produksi ini telah mencapai 74 persen dari total target produksi tahun 2026 yang ditetap­kan sebesar 1.859.348 ton dengan target luas tanam 350.060 hektare.

Selain padi, komoditas jagung di Ban­ten juga mencatatkan hasil positif dengan realisasi produksi mencapai 42.996 ton dari target tahunan sebesar 58.494 ton dengan target luas panen 8.131 hektare.

"Untuk realisasi, luas tanam padi telah mencapai 74 persen dari target tahunan dengan produksi mencapai 1.214.654 ton, sedangkan produksi jagung mencapai 42.996 ton," katanya saat menghadiri Panen Raya Padi Organik PS-08 seluas 1.500 hektar dan Gerakan Tanam Jagung Hibrida PS-08 seluas 500 hektar di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (30/7).

Dengan hasil tersebut, sektor pertanian terbukti menjadi motor penggerak utama eko­nomi daerah. Bahkan berda­sarkan data Badan Pusat Sta­tistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada Triwulan I Tahun 2026 men­capai 5,64 persen, di mana sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 17,88 persen.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor pertanian tidak hanya berperan menjaga ke­tahanan pangan, tetapi juga menjadi penggerak pertum­buhan ekonomi daerah," ujarnya.

Untuk menuntaskan sisa target tahun ini sekaligus men­dukung agenda strategis nasional mewujudkan swa­sembada pangan dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Pemprov Banten terus mengakselerasi sejumlah program strategis. 

Langkah yang dilakukan meliputi percepatan luas tambah tanam, optimalisasi lahan, pengembangan kawas­an jagung, hingga peningkatan kualitas pendampingan pe­nyuluh pertanian.

Andra Soni menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, kemen­terian/lembaga, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga kelompok tani guna mem­perkuat produktivitas dan kesejahteraan petani.

"Semoga berbagai ikhtiar yang kita lakukan mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan memberikan dampak nyata bagi kesejah­teraan petani di Provinsi Banten, sehingga Banten dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan nasional," jelasnya.

Ketua Umum DPN Yayasan Bhakti Bela Negara, Seno Aji, mengungkapkan bahwa panen seluas 1.500 hektare ini meru­pakan panen perdana untuk kawasan pengembangan terse­but, setelah sebelumnya sukses memanen di lahan seluas 753 hektare.

Melalui pola kemitraan, pi­hak yayasan memfasilitasi benih, pupuk, dan pendam­pingan, serta menjamin pem­belian hasil panen sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Untuk memperkuat hilirisasi dan menyerap hasil produksi padi petani setempat, Yayasan Bhakti Bela Negara juga berencana membangun industri penggilingan padi di Kabupaten Pandeglang pada tahun ini.

"Kita berencana membangun itu pada tahun ini agar dapat membantu para petani yang ada di sini," paparnya," papar­nya. (mam)

Sumber: