Penerima Bansos Berkurang di 2027
Gubernur Banten Andra Soni bersama Kepala Dinsos Lukman meninjau bansos di kantor Dinsos Banten, belum lama ini. (PEMPROV BANTEN FOR TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten memproyeksikan jumlah penerima bantuan sosial (bansos) bagi warga miskin akan kembali berkurang di tahun depan. Proyeksi ini merupakan bagian dari penyesuaian kemampuan keuangan daerah.
Kepala Dinsos Provinsi Banten, Lukman, mengatakan bahwa pihaknya memproyeksikan alokasi anggaran bantuan sosial berada di kisaran Rp13 miliar. Jumlah tersebut menurun dari anggaran tahun ini yang mencapai Rp16 miliar. Namun angka tersebut masih belum pasti karena masih dalam tahap pembahasan.
"Kalau diproyeksikan untuk tahun depan itu Rp13 miliaran, karena kan tahun ini Rp16 miliar, proyeksinya begitu, tapi kita belum bisa memastikan," katanya, Senin (21/9).
Dengan anggaran segitu, jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima bansos juga diperkirakan ikut berkurang. Jika pada 2026 terdapat sekitar 16 ribu lebih KPM, pada 2027 jumlah penerima diproyeksikan hanya sekitar 13 ribu KPM.
"Iya ada pengurangan karena kemampuan keuangan daerah, jadi kita menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah juga," tuturnya.
Meski begitu, kata Lukman, besaran anggaran dan jumlah KPM penerima Bansos masih belum final.
Angka tersebut masih bisa berubah, namun kemungkinan tetap akan mengalami penurunan.
"Kalau untuk memastikan kita belum bisa, tetapi proyeksinya berkurang. Karena kan masih dalam tahap pembahasan juga kita belum berwenang," ujarnya.
Menurutnya, berkurangnya jumlah penerima bukan hanya didasarkan atas kemampuan keuangan daerah, melainkan juga karena berkurangnya masyarakat miskin atau keluar dari kelompok desil satu hingga lima.
"Otomatis berkurang penerimanya juga, karena itu tadi keterbatasan atau kemampuan anggaran, ditambah ada juga yang keluar dari desil satu sampai lima," jelasnya.
Di sisi lain, perubahan data kemiskinan juga terjadi pada sebaran warga miskin di Banten. Lukman mengatakan, berdasarkan pendataan terbaru, jumlah warga miskin paling banyak kini berada di wilayah Tangerang Raya. Kondisi tersebut berbeda dengan data sebelumnya yang menunjukkan warga miskin lebih banyak berada di Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Lebak.
"Terbanyak itu di Tangerang Raya, kalau dulu kan di Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Lebak. Setelah didata ulang, Tangerang itu paling banyak," paparnya.
Diketahui, tren jumlah penerima bansos di Banten terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Pada 2024, penerima bansos di Banten tercatat lebih dari 65 ribu KPM dengan anggaran sekitar Rp32,5 miliar.
Jumlah tersebut kemudian turun pada 2025 menjadi 37.741 KPM dengan alokasi anggaran sekitar Rp18,8 miliar. Pada 2026, jumlah penerima kembali diproyeksikan sekitar 16 ribu lebih KPM dengan anggaran sekitar Rp16 miliar.
Sumber:
