BJB

358.801 Warga Banten Alami Penyakit Kronis

358.801 Warga Banten Alami Penyakit Kronis

Gubernur Banten, Andra Soni meninjau kegiatan Semarak Gerak Sehat Prolanis Provinsi Banten 2026, di Halaman Gedung Negara Provinsi Banten, Jalan Brigjen KH Syam’un Nomor 5, Kota Serang, Sabtu (25/7).--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Badan Penye­lenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatat saat ini terdapat 358.801 warga Banten mengalami penyakit kronis. Namun dari total angka ter­sebut, baru sekitar 21 persen peserta yang sudah aktif terdaftar dan rutin mengikuti kegiatan Klub Program Pe­ngelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Deputi Direksi Wilayah IV BPJS Kesehatan, dr. Yessi Ku­malasari, mengatakan bahwa Prolanis dirancang khusus untuk memfasilitasi pence­gahan keparahan penyakit kronis khususnya diabetes melitus (DM) dan hipertensi pada tiap individu.

"Saat ini klub Prolanis masih terbatas pada penyakit DM dan hipertensi," katanya pada kegiatan Semarak Gerak Sehat Prolanis Provinsi Banten 2026, di Halaman Gedung Negara Provinsi Banten, Jalan Brigjen KH Syam’un Nomor 5, Kota Serang, Sabtu (25/7).

Ia menjelaskan, melalui Klub Prolanis, para peserta diajak melakukan penanganan pe­nyakit secara terstruktur dan berkala.

Fasilitas yang dida­patkan peserta meliputi senam sehat bersama, konsultasi kesehatan rutin, pemeriksaan labo­rato­rium penunjang, hingga pe­layanan obat-obatan.

"Program promotif dan pre­ventif merupakan upaya pen­cegahan atas keparahan pe­nyakit sekaligus sasaran ke­pada individu supaya kepa­rahan penyakit bisa dicegah. Kegiatannya adalah Prolanis," ujarnya.

Dalam acara tersebut, para peserta Prolanis yang hadir juga memanfaatkan berbagai fasilitas pemeriksaan lang­sung, mulai dari layanan Mo­bile Klinik Pemprov Banten, cek kesehatan mata gratis dari RS Mata Achmad Wardi, hing­ga konsultasi kepesertaan BPJS Kesehatan. 

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni, mendo­rong peserta Prolanis untuk aktif mengelola kesehatannya secara berkelanjutan. 

Langkah ini penting agar para penderita penyakit kronis, khususnya Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi, dapat menjaga kualitas hidup tetap optimal sekaligus menekan risiko komplikasi berbahaya.

"Paradigma pembangunan kesehatan saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada pe­ngobatan setelah sakit, tetapi lebih mengutamakan pro­motif dan preventif. Menjaga ma­syarakat terutama penyandang penyakit kronis tetap sehat melalui pola hidup sehat, deteksi dini, serta pengen­dalian faktor risiko," katanya.

Menurut Andra, keberadaan Prolanis sangat membantu para peserta agar tetap mem­peroleh pelayanan kesehatan yang berkesinambungan. Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan pelayanan Cek Kesehatan Gratis yang disediakan pemerintah dan BPJS Kesehatan.

"Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun budaya hidup sehat yang menjadi kebiasaan. Menjaga kesehatan adalah tanggung jawab ber­sama," tambahnya.

Bagi peserta Penerima Ban­tuan Iuran (PBI), Pemprov Banten juga memastikan kemudahan akses layanan kesehatan jika sewaktu-waktu membutuhkan penanganan medis. (mam)

Sumber: