BJB

Puskesmas Kosambi Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Puskesmas Kosambi Perkuat Sinergi Lintas Sektor

LOKAKARYA: Puskesmas Kosambi menggelar Loktri bersama tenaga kesehatan, kepala desa, dan lurah se-Kecamatan Kosambi dalam upaya menekan angka stunting. -Randy Yasetiawan/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, KOSAMBI — Puskesmas Kosambi menggelar kegiatan Lokakarya Mini Triwulan (Loktri) tingkat Kecamatan Kosambi sebagai forum evaluasi sekaligus penguatan koordinasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Kecamatan Kosambi, kepala desa dan lurah, kader kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan yang berperan dalam pembangunan kesehatan di wilayah tersebut.

Lokakarya Mini Triwulan menjadi wadah strategis untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi capaian program kesehatan, sekaligus menyusun langkah bersama dalam menghadapi berbagai persoalan kesehatan yang masih menjadi tantangan di Kecamatan Kosambi.

Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah percepatan penurunan angka stunting. Puskesmas Kosambi memaparkan perkembangan pelaksanaan program penanganan stunting, hasil pemantauan pertumbuhan balita, hingga berbagai bentuk intervensi yang terus dilakukan bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, kader Posyandu, serta seluruh elemen masyarakat.

Melalui program tersebut, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis sehingga kondisi kesehatannya dapat diketahui sejak dini dan apabila ditemukan faktor risiko maupun penyakit tertentu dapat segera memperoleh penanganan yang tepat.

Kepala Puskesmas Kosambi, dr. Udin Suprayogi, mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan dukungan dan komitmen seluruh pihak.

"Lokakarya Mini Triwulan ini merupakan forum yang sangat penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Melalui pertemuan ini kita dapat mengevaluasi program yang telah berjalan, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, sekaligus menyusun langkah-langkah yang lebih efektif agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin optimal," ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Rabu (15/7).

Menurutnya, penanganan stunting masih menjadi salah satu prioritas utama karena berkaitan langsung dengan kualitas generasi penerus bangsa.

"Penurunan stunting membutuhkan kerja bersama yang berkesinambungan. Tidak cukup hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan, tetapi juga memerlukan keterlibatan pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, kader Posyandu, PKK, hingga masyarakat. Mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, pemantauan tumbuh kembang balita, sampai edukasi mengenai pola hidup sehat harus dilakukan secara bersama-sama," katanya.

Ia menjelaskan, Puskesmas Kosambi akan terus memperkuat berbagai intervensi spesifik maupun sensitif agar target penurunan stunting dapat tercapai.

"Kami akan terus melakukan pendampingan kepada keluarga berisiko stunting, meningkatkan pemantauan pertumbuhan balita secara berkala, memperkuat edukasi kepada calon pengantin, ibu hamil, dan keluarga, serta memastikan setiap anak memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan program ini," jelasnya.

Terkait Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Udin mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan tersebut.

"Program Cek Kesehatan Gratis merupakan kesempatan yang sangat baik bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Banyak penyakit tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga pemeriksaan rutin sangat penting agar faktor risiko bisa segera diketahui dan ditangani sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih serius," ungkapnya.

Ia berharap seluruh perangkat desa, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat turut aktif mengajak warga mengikuti program tersebut.

Sumber: