Modernisasi Perekonomian di Banten, BI Buka FERBA dan QJI 2026
Asda III Provinsi Banten, Rina Dewiyanti, bersama Deputi Kepala Perwakilan BI Banten Agus Sumirat membuka Kick off event FERBA dan GJI 2026 di kantor BI Provinsi Banten, Jumat (10/7). (SYIROJUL UMAM/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Komitmen besar untuk memodernisasi perekonomian sekaligus menjaga marwah mata uang nasional resmi digelorakan di Tanah Banten. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Banten bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Banten secara resmi membuka dua flagship event sekaligus, yakni Festival Rupiah Banten Jawara (FERBA) dan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026, Jumat (10/7).
Mengusung tema besar "Banten Jawara, Rupiah Berdaulat, Ekonomi Digital Melesat", kolaborasi lintas sektor ini dirancang untuk mempercepat digitalisasi sistem pembayaran (QRIS) sekaligus memperkuat Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.
Kick Off kegiatan dibuka Asda III Provinsi Banten Rina Dewiyanti, dan Deputi Kepala Perwakilan BI Banten Agus Sumirat, dan turut hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Kepala Dinas Koperasi, UMKM Provinsi Banten, pimpinan perbankan, kelompok tani, hingga peserta lomba.
Dalam sambutannya, Asda III Provinsi Banten Rina Dewiyanti memberikan apresiasi tinggi kepada Bank Indonesia. Menurutnya, ajang ini adalah momentum strategis untuk mendongkrak daya saing UMKM serta mempromosikan pariwisata dan kuliner khas Banten ke kancah yang lebih luas.
"Kita bekerja dengan BI bersama berbagai OPD membuat satu ekosistem bagaimana meningkatkan literasi masyarakat mengenai digitalisasi sistem pembayaran, akselerasi perluasan QRIS, memperkuat daya sang UMKM, serta mempromosikan potensi budaya dan kuliner khas Banten," katanya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Agus Sumirat, juga menyampaikan bahwa kegiatan Festival Rupiah Banten Jawara dan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 ini merupakan salah satu bentuk komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan literasi Rupiah, mempercepat digitalisasi sistem pembayaran, memperkuat UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Banten.
Tidak hanya bicara soal digitalisasi, Bank Indonesia juga menunjukkan aksi nyata dalam pengendalian inflasi daerah. Pada kesempatan tersebut, BI Banten menyerahkan bantuan dukungan langsung kepada kelompok tani lokal untuk menggenjot produktivitas komoditas pangan strategis, khususnya cabai dan jagung.
"Festival ini mengajak masyarakat menjadi pelopor pembangunan ekonomi melalui penguatan literasi sistem pembayaran digital serta implementasi Gerakan Cinta, Bangga, Paham Rupiah demi menjaga kualitas uang layak edar, menggunakan Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di NKRI, serta memahami peran strategis Rupiah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional," tuturnya.
Bagi warga Banten yang ingin merasakan keseruannya, rangkaian acara ini tersebar di berbagai titik dengan format yang sangat menarik, untuk FERBA berlangsung pada Sabtu–Minggu, 11–12 Juli 2026, di Mall of Serang (MOS).
Lokasi ini akan menjadi pusat kompetisi seru CBP Rupiah Championship yang diikuti oleh 300 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari lomba mewarnai anak-anak, dongeng, pemilihan Duta Muda & Duta Guru CBP Rupiah, hingga Rupiah Talk spesial mengupas "Cerita Yang Tak Tercetak Di Buku Sejarah" bersama sejarawan ternama, Asep Kambali.
Sementara untuk QJI 2026, kata Agus digelar selama empat hari mulai Jumat–Senin, 10–13 Juli 2026 serentak di 6 wilayah strategis, yaitu Serang, Pandeglang, Lebak, Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang.
Acara ini dikemas super seru lewat kompetisi amazing race serta vlog/reels competition di media sosial untuk mengampanyekan kemudahan bertransaksi digital (QRIS, BI-FAST, KKI) secara aman.
Melalui festival ini, Bank Indonesia dan Pemprov Banten berharap masyarakat tidak hanya semakin mahir menggunakan transaksi digital, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta yang mendalam terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa, serta selalu bangga menggunakan produk-produk lokal demi kemajuan ekonomi daerah. (mam)
Sumber:

