BJB

DLH Ambil Sampel Saluran IPAL Perusahaan

DLH Ambil Sampel Saluran IPAL Perusahaan

Petugas DLH Kabupaten Serang melakukan pengambilan sampel air untuk menindaklanjuti pencemaran Sungai Ciujung, beberapa waktu lalu.--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang telah melakukan pengambilan sampel air di tiga Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) milik perusahaan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciujung.

Ketiga perusahaan tersebut yakni PT Indah Kiat, PT Cipta Papperia, dan PT Intercipta. Hal itu dilakukan untuk menin­daklanjuti persoalan pence­maran Sungai Ciujung yang terjadi beberapa waktu lalu.

Kepala DLH Kabupaten Se­rang Sarudin mengatakan, pengambilan sampel air sudah dilakukannya khususnya pada saluran IPAL di tiga perusahaan, yang diduga membuang lim­bahnya ke Sungai Ciujung yaitu  PT Indah Kiat, PT Cipta Pap­peria, serta PT Intercipta.

Sampel air tersebut sudah dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengujian. Hingga kini hasilnya belum diketahui karena masih dalam tahapan pengujiannya yang belum se­lesai.

"Masih belum selesai pe­ngu­jiannya di laboratorium. Kita harus tahu dulu hasil uji la­boratoriumnya dan baru dila­kukan proses investasi. Apakah nanti hasilnya itu, IPAL-nya bagus atau tidak. Kalaupun ada air yang dibuang ke Ciujung apakah itu sesuai standar baku mutu ataupun tidak," katanya saat diwawancarai wartawan, beberapa hari lalu. 

Sarudin mengatakan, pihak­nya juga sudah melakukan pe­ngambilan sampel air di 10 titik, yang tersebar mulai dari hulu hingga hilir Sungai Ci­ujung.

Sampel air tersebut pun masih dalam tahapan pengujian la­boratorium, dan hasilnya sam­pai kini belum keluar.

"Kami sudah melakukan pe­ngambilan sampel air di be­berapa titik mulai dari hulu sampai hilir, tapi hasil uji la­boratoriumnya belum keluar, karena kini masih dalam proses analisis dan kajian dari teman-teman UPT laboratorium," ujarnya.

Dikatakan Sarudin, pihaknya belum bisa menyampaikan secara detail mengenai kondisi pencemaran Sungai Ciujung serta sumber pencemarannya, sebab masih menunggu hasil uji laboratoriumnya.

Ia memastikan hasilnya uji laboratorium dapat keluar pada pekan depan. Pihaknya me­n­dorong agar pihak terkait yaitu BBWSC3 ini bisa menetapkan mengenai status Sungai Ciujung masuk dalam kelas berapa.

"Mudah-mudahan pekan de­pan semua hasilnya sudah keluar. Penanganan Sungai Ciujung bukan hanya tang­gungjawab kami, namun ada juga tanggungjawab BBWSC3 dan Pemprov Banten. Maka perlu ada kejelasan status dari BBWSC3, misalkan masuk da­lam kelas dua, peruntukannya apakah untuk pengairan per­tanian dan perikanan atau ti­dak, perlu ada kejelasan me­ngenai status Sungai Ciujung," ucapnya.

Kata Sarudin, salah satu pe­nyebab Sungai Ciujung meng­hitam karena debit air yang kecil, dan adanya sedimentasi yang terjadi di bagian muara Sungai Ciujung.

Sehingga perlu dilakukan nor­malisasi sungai yang ten­tunya harus dilakukan secara bersama-sama, bukan hanya dilakukan oleh Pemkab Serang.

"Idealnya harus dilakukan normalisasi, tapi tidak mungkin kan Sungai Ciujung yang besar itu diatasi hanya oleh Pemkab Serang. Perlu adanya kerjasama dari pihak lainnya, supaya persoalan Sungai Ciujung bisa teratasi," tuturnya. (agm)

Sumber: