BJB

Semua Pihak Harus Aktif Tangani Sampah

Semua Pihak Harus Aktif Tangani Sampah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Wawan Fauzi saat diwawancarai oleh Tangerang Ekspres, Senin (6/7). -Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Wali Kota Tangerang, Sachrudin mengajak seluruh elemn kolaborasi dalam menangani persoalan sampah, khususnya di Tem­pat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing. Menurutnya, penanganan sampah tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak.

Ajakan tersebut disampaikan Sachrudin saat memberikan pembinaan kepada jajaran Or­ganisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, hingga ASN di lingkungan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (6/7). 

Ia menegaskan persoalan sampah harus ditangani secara bersama-sama dengan mengedepankan semangat go­tong royong, edukasi, serta pelayanan yang proaktif kepada masyarakat.

"Kalau kita mengandalkan pemerintah saja, tentu belum cukup. Tadi yang apel sekitar 2.270 orang, sementara jumlah pegawai kita sekitar 13 ribu. Turun sekaligus mengatasi sam­pah pun belum bisa. Karena itu, kita harus mengajak masyarakat bersama-sama menyelesaikan persoalan ini," katanya.

Menurutnya, keterlibatan ma­syarakat bukan berarti membebankan pekerjaan kepada warga. Sebaliknya, partisipasi masyarakat merupakan bagian dari upaya menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, dan nyaman untuk semua.

"Bukan membebani mereka, bukan. Ini untuk mereka juga. Untuk kesehatan kita, kenyamanan kita, kebersihan lingkungan kita. Kebersamaan ini yang perlu kita bangun," ucapnya.

Selain itu, Sachrudin juga menekankan pengelolaan sam­pah harus dimulai dari hulu, yakni rumah tangga. Kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah menjadi langkah penting untuk mengurangi beban yang masuk ke TPA Rawa Kucing.

"Sederhana, bersihkan lingkungan, mengolah sampah dari hulu. Hulu itu sumbernya, yaitu rumah tangga. Ketika ini sudah dilakukan, sampah bahkan bisa memiliki nilai ekonomis," ungkapnya.

Ia optimistis persoalan sampah, termasuk di TPA Rawa Kucing, dapat ditangani lebih baik apabila seluruh unsur pemerintah dan masyarakat memiliki semangat yang sama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, budaya gotong royong harus terus diperkuat agar masyarakat merasa memiliki tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan di sekitarnya. Dengan demikian, upaya pengurangan sampah dari sumber akan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Selain itu, ia meminta seluruh OPD mempercepat pelaksanaan berbagai program yang berkaitan dengan pelayanan publik dan pengelolaan lingkungan. Sebab, masyarakat menunggu kehadiran pemerintah melalui program-program yang memberikan manfaat nyata.

"Kita lakukan percepatan, bangun semangat kebersamaan, dan ajak masyarakat membangun Kota Tangerang bersama-sama. Kalau ini dilakukan secara konsisten, insyaallah Kota Tangerang akan menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan semakin baik ke depan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tange­rang, Wawan Fauzi mengatakan, pihaknya tengah menjalankan sejumlah proyek strategis di TPA Rawa Kucing sebagai bagian dari peningkatan kualitas pengelolaan sampah. Ia menyebutkan, salah satu upaya yang dilakukan adalah revitalisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar air lindi yang dihasilkan memenuhi baku mutu lingkungan sebelum dialirkan ke badan air.

Selain itu, revitalisasi sistem penangkapan gas metana juga terus dilakukan. Gas metana yang dihasilkan dari timbunan sampah akan ditangkap, sebagian dibakar melalui sistem 'flaring', sementara sebagian lainnya dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga warga di sekitar TPA.

Sumber: