BJB

Ekspor Banten Ditopang Besi dan Baja

Ekspor Banten Ditopang Besi dan Baja

Kepala Disperindag Banten, Iwan Hermawan saat diwawancarai di kantornya belum lama ini. (SYIROJUL UMAM/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Nilai ekspor kumulatif Banten selama periode Januari hingga April 2026 berhasil menembus angka 4.256,54 juta dolar AS. Paling tinggi berasal sektor besi dan baja, sementara kakao yang sektor unggulan mengalami penurunan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten Iwan Hermawan mengatakan, ekspor 4.256,54 juta dolar AS tersebut mengalami kenaikan sebesar 2,66% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025."Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan signifikan baik di sektor migas maupun non-migas," katanya melalui sambungan telepon, Rabu (24/6).

Ia menjelaskan, secara kumulatif pada periode ini, ekspor migas menyumbang USD 102,04 juta atau naik fantastis 374%, sementara ekspor non-migas mendominasi dengan nilai USD 4.154,49 juta, meskipun dengan kenaikan 0,72% pada periode yang sama di tahun lalu."Jadi untuk ekspor migas naik drastis," ungkapnya.

Iwan mengaku, pergerakan komoditas non-migas selama empat bulan pertama tahun ini diwarnai oleh performa kontras dari dua komoditas utama. Pertama besi dan baja menjadi motor penggerak utama dengan persentase kenaikan mencapai 68,5% atau setara dengan nilai USD 147,87 juta. Sementara kakao atau cokelat mengalami kontraksi cukup dalam sebesar 38,87%, atau menyusut nilai ekspornya sebesar USD 161 juta.

"Untuk kenaikan itu ada di besi dan baja, dan penurunannya ada pada kakao," tuturnya.

Terkait peta geopolitik dagang, tiga negara masih menjadi pemangku kontribusi terbesar bagi pasar ekspor Banten. Tiga negara tujuan ekspor tersebut yakni Tiongkok, Amerika Serikat, dan India dengan total kontribusi gabungan mencapai 34,27% dari keseluruhan ekspor non-migas.

Sementara itu, untuk pasar kawasan, ekspor Banten ke negara-negara ASEAN tercatat sebesar USD 1.075,23 juta, dan ke Uni Eropa sebesar USD 555,76 juta."Ekspor nonmigas Januari-April 2026 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu USD 610,57 juta, disusul Amerika Serikat USD 503,76 juta, dan India USD 309,64 juta," jelasnya.

Menurut pelabuhan muat barang, ekspor Banten terbesar pada Januari-April 2026 melalui pelabuhan Tanjung Priok dengan nilai USD 3.208,19 juta atau 75,37 persen, diikuti Cigading USD 354,83 juta atau 8,33 persen, dan Merak USD 306,51 juta atau 7,20 persen.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Banten, Yusniar Juliana, mengatakan dari 10 komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Januari-April 2026, tujuh di antaranya mengalami peningkatan nilai ekspor dibanding Januari-April 2025. Peningkatan persentase tertinggi pada komoditas besi dan baja naik sebesar 68,51 persen atau nilainya naik sebesar USD 147,87 juta.

Komoditas lainnya yang juga mengalami peningkatan pada nilai ekspornya, diantaranya bahan kimia organik naik sebesar USD 109,08 juta atau 43,13 persen, tembaga yang meningkat sebesar USD 100,73 juta atau 36,41 persen, mesin/peralatan listrik sebesar USD 46,65 juta atau 28,18 persen

Sebaliknya, komoditas yang mengalami penurunan persentase terdalam adalah kakao/coklat sebesar 38,83 persen atau setara dengan penurunan nilai sebesar USD 161,61 juta.

"Sementara, komoditas lain yang juga mengalami penurunan nilai adalah plastik dan barang dari plastik turun sebesar USD 52,07 juta atau 14,28 persen, dan karet dan barang dari karet turun sebesar USD 36,34 juta atau 16,79 persen," katanya. (mam)

Sumber: