hut bjb

Perempuan dan Generasi Muda Dilatih Merajut

Perempuan dan Generasi Muda Dilatih Merajut

Kepala Disperindag Banten, Iwan Hermawan bersama Ketua Dekranasda Banten Tinawati Andra Soni menghadiri Bimtek di Kampung Tanjung Udik, Kelurahan Sayar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, belum lama ini.--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Perin­dus­trian dan Perdagangan (Dis­perindag) Provinsi Banten ber­sama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penumbuhan Wirausaha Baru Membuat Kerajinan Tangan dari Benang Rajut di Kampung Tanjung Udik, Kelurahan Sayar, Kecamatan Taktakan, Kota Se­rang, belum lama ini.

Pelatihan tersebut diberikan khusus bagi perempuan dan generasi muda yang menjadi kelompok yang potensial dan produktif untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. 

Kepala Disperindag Provinsi Banten Iwan Hermawan menga­takan, produk rajutan meru­pakan salah satu hasil Industri Kecil Menengah (IKM) yang memiliki potensi pasar cukup baik di Provinsi Banten. Agenda ini menurutnya merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat.

”Sehingga akan terus tumbuh. Meskipun tidak semua peserta nantinya menekuni kegiatan ekonomi kreatif, beberapa di antaranya akan berkembang seiring berjalannya waktu,” katanya, Kamis (21/5).

Ia berharap, keterampilan merajut dapat menjadi kegiatan produktif yang membantu me­ning­katkan ekonomi keluarga sekaligus mendorong tum­buhnya pelaku ekonomi kreatif baru. Apalagi, dukungan terha­dap ekonomi kreatif terus me­ngalir agar ada pemerataan ekonomi. 

”Alhamdulillah, luar biasa karena Ibu Tinawati Andra Soni hadir langsung memberikan motivasi dan semangat kepada masyarakat, bahkan ikut serta dalam pelatihan merajut,” ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, Ketua Dekranasda Banten, Tinawati Andra Soni, menuturkan pela­tihan tersebut merupakan upa­ya mendorong tumbuhnya pelaku usaha baru yang lebih kreatif dan mandiri sehingga dapat meningkatkan per­eko­nomian keluarga maupun masyarakat sekitar.

”Artinya kita dorong juga para ibu rumah tangga untuk dapat membersamai anak-anak di rumah terkait dengan kegiatan-kegiatan yang positif,” katanya. 

Tinawati berharap pelatihan ini juga dapat melahirkan kelompok usaha baru yang nantinya dapat dibina lebih lanjut. Baik dari sisi pening­katan mutu maupun kualitas produk agar memiliki daya saing.

Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan PON XXIII Tahun 2032 di Provinsi Banten dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, termasuk para pelaku usaha kreatif.

”Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 yang akan di­laksanakan di Provinsi Banten, membuka peluang yang terbaik buat para pelaku usaha seperti ibu rumah tangga,” paparnya. (mam)

Sumber: