Pemkot Serang Siapkan Penataan Transportasi Umum
Salah satu angkutan umum sedang menunggu penumpang di Kota Serang, Senin (8/6). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Kepadatan lalu lintas di Kota Serang kian menjadi perhatian. Di sejumlah ruas jalan, kendaraan pribadi mendominasi arus lalu lintas setiap hari, sementara pilihan transportasi umum masih terbatas. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab meningkatnya kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk ketika aktivitas masyarakat sedang tinggi.
Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi sebagai ibu kota Provinsi Banten, kebutuhan akan sistem transportasi yang lebih tertata pun semakin mendesak. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mulai menyiapkan langkah penataan sektor transportasi umum sebagai bagian dari upaya mengurangi kemacetan di wilayah perkotaan.
Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, salah satu langkah awal yang dilakukan adalah menata operasional angkutan kota (angkot) yang beroperasi di wilayah Kota Serang. Upaya tersebut dilakukan setelah Pemkot menerima aspirasi dari para sopir angkot dalam kota yang mengeluhkan menurunnya pendapatan akibat banyaknya angkot dari luar daerah yang masuk dan beroperasi di Kota Serang.
Menurut Budi, pembenahan transportasi umum perlu dilakukan agar penataan kota berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan transportasi masyarakat.
“Ke depan Kota Serang harus memiliki sistem transportasi yang lebih baik dan lebih rapi. Penataan kota harus berjalan seiring dengan penataan sektor transportasi,” ujarnya, Senin (8/6).
Ia menjelaskan, kondisi saat ini masih menunjukkan belum tertatanya sistem angkutan umum. Angkot dari sejumlah wilayah seperti Kabupaten Serang, Cilegon hingga Balaraja masih dapat masuk dan beroperasi di Kota Serang. Karena itu, pemerintah mulai melakukan penataan sebagai bagian dari persiapan membangun sistem transportasi yang lebih teratur.
Selain penataan operasional angkutan umum, Pemkot Serang juga akan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Perhubungan guna menyusun kebijakan transportasi yang lebih terintegrasi.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum dan mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
Budi menambahkan, pengembangan sektor transportasi menjadi salah satu aspek yang harus dipersiapkan seiring perkembangan Kota Serang sebagai pusat pemerintahan Provinsi Banten. Terlebih apabila status ibu kota provinsi nantinya mendapat penguatan dari pemerintah pusat yang disertai dukungan anggaran tambahan.
“Kalau nanti status ibu kota provinsi sudah disahkan, insya Allah akan ada dukungan anggaran tambahan dari pemerintah pusat. Kota Serang harus siap dari sisi transportasi, infrastruktur, dan aspek pendukung lainnya,” katanya.
Melalui penataan angkutan umum dan penguatan infrastruktur pendukung, Pemkot Serang berharap sistem transportasi publik dapat berkembang lebih baik sehingga mampu menjadi alternatif bagi masyarakat sekaligus membantu mengurai kemacetan yang terus meningkat di Kota Serang.
Sementara itu, salah seorang warga Kota Serang, Fahrul, berharap pemerintah tidak hanya melakukan penataan angkutan umum, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan transportasi publik agar lebih nyaman dan mudah diakses masyarakat.
“Kalau transportasi umumnya nyaman dan teratur, saya yakin banyak masyarakat yang mau beralih dari kendaraan pribadi. Jadi kemacetan juga bisa berkurang,” ujarnya. (ald)
Sumber:

