23 Kecamatan di Kabupeten Lebak Rawan Air Bersih
Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta.--
TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengaku bulan ini sudah masuk musim kering atau kemarau dan puncaknya diperkirakan hingga Agustus 2026. Menghadapi musim kemarau tersebut, BPBD telah melakukan pemetaan, dari 28 kecamatan yang ada, 23 kecamatan masuk daerah rawan kekeringan dan dipastikan masyarakat di daerah itu kesulitan air bersih.
Sukanta, Kepala BPBD Kabupaten Lebak mengatakan, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ancaman godzilla El Nino atau kemarau ekstrem akan terjadi hingga Agustus 2026. Dan 23 kecamatan yang masuk daerah rawan air bersih akibat kemarau yaitu Leuwidamar, Cileles, Warunggunung, Cirinten, Wanasalam, Cilograng, Cihara, Bayah, Gunungkencana, Kalanganyar, Cibeber, Maja, Sajira, Banjarsari, Panggarangan, Cijaku, Cipanas, Curugbitung, Bojongmanik, dan Malingping.
"Jika masyakat sudah ada yang terdampak, kami siap mendistribusikan air bersih dengan terlebih dulu melaporkannya melalui desa atau kecamatan setempat," kata Sukanta, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Selasa (2/6).
Menurut dia, BPBD Kabupaten Lebak terus memantau dan koordinasi ke sejumlah kecamatan, namun pihaknya sejauh ini belum menerima laporan warga kesulitan air bersih maupun petani yang mengalami kekeringan.
"Untuk antisipasi, kita telah menyiapkan tiga armada truk tangki air," ujarnya.
Lanjutnya, masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih karena berbagai faktor, di antaranya belum tersentuh jaringan pelayanan PDAM, juga ketersediaan air bawah tanah yang menyebabkan sumur timba dan jetpump tidak mengeluarkan air akibat kemarau.
"Relawan kami yang ada di setiap kecamatan siaga selama 24 jam untuk membantu masyarakat yang kesulitan air bersih atau ada hal lain terkait kebencanaan," paparnya.
Sementara itu, Edi, warga Kecamatan Wanasalam menyatakan di wilayahnya jika musim kemarau panjang dipastikan kesulitan air bersih. Bahkan, saat ini sumur bawah tanah mulai terjadi penyusutan air sejak beberapa pekan, karena di daerah ini tidak diguyur hujan.
"Iya dalam waktu dekat kami akan meminta bantuan pasokan air bersih kepada BPBD setempat," ucapnya. (fad)
Sumber:


