Zakiyah Minta OPD Fokus Program Unggulan
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan sambutan pada acara Musrenbang RKPD, di Hotel Forbis, Kecamatan Waringinkurung, Kamis (2/4). (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Serang fokus memprioritaskan program unggulan. Program tersebut harus selaras dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Serang, yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Hal itu disampaikannya usai membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 di Hotel Forbis, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Kamis (2/4).
Hadir Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang Maksum, Agus Wahyudiono, dan Abdul Gofur, seluruh jajaran kepala OPD, serta Forkopimda lainnya.
Zakiyah mengatakan, Musrenbang RKPD suatu kewajiban yang harus dilakukan pemerintah daerah, dalam rangka menyelaraskan program kerjanya dengan kebijakan Pemprov Banten dan pemerintah pusat.
"Saya telah membuka kegiatan Musrenbang RKPD 2027, ini kewajiban yang harus kita lakukan dalam rangka selaraskan program pemerintah daerah dengan provinsi maupun pusat," katanya.
Zakiyah meminta, seluruh OPD dapat memprioritaskan program-program unggulannya yang harus selaras dengan visi misi yang ada di RPJMD, diantaranya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), peningkatan kualitas kesehatan, ekonomi dan lain sebagainya.
"Yang diprioritaskan tentunya program-program unggulan kami, ada bagaimana kita meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kemudian peningkatan kualitas kesehatan, peningkatan ekonomi dan yang lainnya," ujarnya.
Disinggung adanya kebijakan pemerintah pusat terkait dengan WFH bagi ASN, apakah bisa untuk mewujudkan program prioritas OPD jika WFH, Zakiyah mengaku, kebijakan tersebut menjadi angin segar bagi pemerintah daerah karena akan ada efisiensi anggaran.
Dengan begitu anggaran-anggaran yang sekiranya untuk seremonial bisa dipangkas, dan tentunya dapat dimasukan ke dalam program yang dapat langsung menyentuh ke masyarakat.
"Salah satu anggaran yang dapat dipangkas yaitu perjalanan dinas harus 50 persen dari SPPD, saya sudah minta ke BPKAD untuk melakukannya. Saat ini terus melakukan rasionalisasi dari berbagai anggaran yang kami miliki, untuk dialihkan ke program yang menyentuh langsung ke masyarakat," ucapnya.
Kebijakan WFH ini, kata Zakiyah, hanya berlaku untuk OPD non pelayanan sedangkan bagi OPD yang pelayanan tidak berlaku, tetap bekerja sampai Jumat agar pelayanan ke masyarakat tetap optimal.
Meskipun WFH pegawai tetap harus bekerja, jika ditemukan ada yang melanggar tentunya akan ada sanksi yang diberikan.
"Nanti akan ada pengawasan ketat yang dilakukan supaya mereka tetap harus bekerja meskipun dari rumah. Setiap aturan pasti ada sanksi," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Serang Devid Hermawan mengatakan, Musrenbang RKPD ini untuk adanya kesepakatan dan persiapan seluruh OPD, dalam rangka bagaimana melaksanakan program prioritas yang akan dilaksanakan di 2027.
Sumber:

