Pemkab Tangerang Fokus Benahi Hilir Kali Asin
NORMALISASI: Alat berat diterjunkan untuk melakukan normalisasi Kali Asin di Kampung Gaga Penjin, Desa Kiara Payung, Kabupaten Tangerang.-Zakky Adnan/Tangerang Ekspres-
TANGERANGEKSPRES.ID, PAKUHAJI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berhasil menuntaskan masalah banjir tahunan yang sempat melumpuhkan aktivitas warga di Dusun 3, Kampung Gaga Penjin. Kesuksesan ini merupakan buah dari konsistensi normalisasi sungai Kali Asin yang dilakukan secara bertahap sejak tahun 2021.
Pada tahun 2020, wilayah tersebut sempat menyandang status Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat banjir setinggi dada orang dewasa. Kala itu banjir berdampak kepada 150 Kepala Keluarga (KK). Namun, berkat sinergi antara Pemerintah Desa, BPD, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), serta UPT SDA 6, kini titik tersebut telah terbebas dari banjir.
Pihak Desa Kiara Payung secara rutin mengajukan dua tahap normalisasi sungai setiap tahunnya untuk membentang sepanjang 5 kilometer di Kali Asin. Langkah pengerukan lumpur yang dilakukan secara berkala terbukti efektif mengembalikan fungsi aliran sungai.
”Alhamdulillah, dari normalisasi yang tiap tahun ini kita lakukan, untuk Dusun 3 di Kampung Gaga Penjin yang dulu kita nyatakan KLB, sekarang sudah tidak terjadi lagi banjir,” tutur Anggota BPD Kiara Payung Hasanudin, Jumat (6/3).
Pengerjaan normalisasi pun masih terus berlanjut hingga awal tahun 2026. Rencananya, setelah Lebaran alat berat jenis amfibi akan diterjunkan untuk menangani titik banjir di Dusun 6.
Meski Dusun 3 telah aman, pihak desa kini menyoroti tantangan baru di Dusun 6 yang masih terdampak banjir. Permasalahan utama disinyalir datang dari wilayah hilir, yakni Desa Laksana dan Desa Kalibaru.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, terdapat penyempitan sungai dan alih fungsi bantaran kali yang menghambat aliran air menuju laut dan menyebabkan air meluap kembali ke wilayah hulu. Ini karena bantaran kali digunakan sebagai area bangunan serta kawasan pergudangan oleh oknum tertentu.
”Kalau hulu-hulunya lancar tapi hilirnya menyempit, air akan tetap meluap ke kita. Kiara Payung akan tetap terimbas. Harus ada penertiban di hilir,” ujarnya.
Menurutnya, dengan normalisasi dan penertiban bangunan di bantaran sungai, aliran air ke laut dapat berjalan maksimal sehingga ancaman banjir di Kabupaten Tangerang dapat teratasi secara permanen.
Pihak BPD dan Pemerintah Desa Kiara Payung menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, Dinas Bina Marga dan SDA, BPBD, serta pihak Kecamatan Pakuhaji yang responsif memberikan bantuan saat masa darurat maupun dalam upaya normalisasi rutin. (zky)
Sumber:


