BJB FEBRUARI 2026

Investasi di Banten Tembus Peringkat 3 Nasional

Investasi di Banten Tembus Peringkat 3 Nasional

WAWANCARA: Kepala DPMPTSP Provinsi Banten, Virgojanti saat diwawancarai di kantornya belum lama ini.(Syirojul Umam/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten mencatat, pada triwulan pertama 2026 investasi di Banten mencapai Rp34,4 triliun. Raihan ini menjadi Banten masuk peringkat tiga nasional sebagai daerah dengan investasi tertinggi di Indonesia.

Kepala DPMPTSP Provinsi Banten, Virgojanti, mengatakan hasil realisasi investasi ini menunjukkan bahwa Provinsi Banten sebagai salah satu daerah dengan daya tarik yang tinggi.

”Berdasarkan rilis Kementerian Investasi/BKPM, Alhamdulillah di triwulan pertama ini kita naik ke peringkat tiga nasional dengan realisasi Rp34,4 triliun,” katanya, Rabu (29/4).

Meski begitu, ia belum bisa menyebutkan rincian komposisi realisasi investasi pada triwulan pertama ini. Adapun aealisasi investasi tersebut berasal dari dua sumber utama, yakni Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).

Menurutnya, saat ini Provinsi Banten tengah menjajaki kerjasama dengan investor asing khususnya di sektor hilirisasi industri. Hal ini menunjukkan adanya tren positif terhadap investasi di Banten.”Saat ini yang sedang berproses itu kerja sama dengan China, Singapura, dan mitra Indonesia untuk hilirisasi alumina,” ujarnya.

Virgo mengaku, Pemprov Banten terus berkomitmen untuk meningkatkan sarana dan prasarana guna memberikan keamanan dan kenyamanan investor. Namun ia juga akan tetap memperhatikan aspek utama tentang keberlanjutan lingkungan.”Sarana dan prasarana terus kita tingkatkan untuk memberikan kenyamanan kepada para investor,” tuturnya. 

Diketahui, pada 2025 realisasi investasi mencapai Rp130,2 triliun atau 108,91 persen dari target nasional sebesar Rp119,5 triliun. Capaian menempatkan Banten di peringkat keempat nasional, naik dari posisi kelima pada tahun sebelumnya.

Kontribusi terbesar pada 2025 berasal dari PMDN yang mencapai Rp73,2 triliun. Sementara PMA juga menunjukkan kinerja kuat dengan nilai 3,6 miliar dolar AS atau setara Rp60,7 triliun. Sektor hilirisasi menjadi penopang utama dengan nilai investasi mencapai Rp41,3 triliun.

Lonjakan investasi juga terlihat pada triwulan IV 2025, di mana realisasi mencapai Rp38,6 triliun hanya dalam tiga bulan terakhir.

Virgojanti menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada besaran nilai investasi, tetapi juga kualitasnya. Investasi yang masuk diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.”Kami ingin investasi yang masuk bisa membuka lapangan kerja dan memperkuat struktur ekonomi daerah agar memberikan efek berganda bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi I DPRD Banten, M Faisal mengingatkan capaian investasi di Banten harus diselaraskan dengan perbaikan sistem birokrasi, khususnya dalam hal pelayanan perizinan. ”Investor tidak hanya melihat besarnya pasar, tetapi juga kepastian. Jika perizinan lambat dan berbelit, mereka bisa pindah ke daerah lain,” katanya.

Ia menyoroti bahwa meskipun sistem Online Single Submission (OSS) telah diterapkan, masih terdapat kendala teknis di lapangan, termasuk sinkronisasi data antarinstansi.”Sistemnya sudah bagus, tapi implementasinya harus terus dievaluasi agar benar-benar memudahkan,” ujarnya.

Ia juga meminta agar diberikan kemudahan perizinan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sehingga mereka dapat merasakan langsung manfaat dari iklim investasi yang kondusif.(mam)

Sumber: