BJB FEBRUARI 2026

SDN Jambe II Mundurkan Jam Masuk Sekolah Selama Ramadan

SDN Jambe II Mundurkan Jam Masuk Sekolah Selama Ramadan

KBM: Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) di SDN Jambe II. Sekolah ini memundurkan waktu ke sekolah saat ramadan untuk bisa memberikan kelonggaran waktu kepada siswa usai melakukan sahur.(Randy/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — SDN Jambe II, Kecamatan Jambe, Kabu­paten Tangerang, menetapkan penyesuaian jam masuk se­kolah selama bulan Ramadan dengan memundurkan waktu pembelajaran. Kebijakan ter­sebut diambil guna mem­berikan kelonggaran kepada para siswa agar tidak terlam­bat ke sekolah setelah men­jalankan sahur dan salat Su­buh.

Penyesuaian jam sekolah ini juga mengacu pada arahan dan jadwal yang telah disam­paikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar selama bulan suci Ramadan. Kepala SDN Jambe II, Yuhnadi menjelaskan, ke­bijakan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekolah terhadap kondisi fisik dan kesiapan siswa dalam men­jalankan ibadah puasa.

Selama Ramadan, pola ak­ti­v­itas anak-anak tentu ber­ubah. Mereka bangun le­bih awal untuk sahur, kemu­dian melaksanakan Salat Subuh. Kami memahami kondisi ter­sebut sehingga sekolah memutuskan untuk memun­durkan jam masuk. Ini agar siswa memiliki waktu istirahat yang cukup dan tidak terburu-buru berangkat ke sekolah,” ujar Yuhnadi kepada Tange­rang Ekspres, Rabu (11/2).

Menurutnya, kebijakan ini bukan hanya soal perubahan waktu, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan suasana belajar yang tetap kondusif meski dalam kondisi ber­puasa.

”Kami ingin memastikan anak-anak tetap datang ke sekolah dalam keadaan segar dan siap belajar. Jika mereka kelelahan karena kurang is­tirahat atau tergesa-gesa, ten­tu akan berpengaruh pada konsentrasi belajar di kelas,” katanya.

Yuhnadi menegaskan, kepu­tusan tersebut telah melalui koordinasi internal sekolah, serta mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Ta­ngerang.

”Dinas Pendidikan sudah menyampaikan jadwal pem­belajaran selama Ramadan. Kami di sekolah tinggal me­nyesuaikan dan mengatur teknis pelaksanaannya agar tetap efektif. Jadi kebijakan ini bukan berdiri sendiri, me­lainkan bagian dari kebi­jakan yang lebih luas di tingkat kabupaten,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, mes­kipun jam masuk dimun­dur­kan, proses pembelajaran tetap berjalan optimal dengan pengaturan waktu yang efisien.

”Durasi pembelajaran me­mang disesuaikan, namun kualitasnya tetap kami jaga. Guru-guru sudah kami arah­kan untuk memaksimalkan waktu yang ada, fokus pada materi inti, dan tetap mem­berikan pembelajaran yang bermakna bagi siswa,”  ung­kapnya.

Lebih lanjut Yuhnadi berha­rap, para siswa tetap menjaga semangat belajar selama bu­lan Ramadan, serta me­man­faatkan momen tersebut untuk meningkatkan ke­iman­an dan kedisiplinan.

”Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar secara akademik, te­tapi juga belajar tentang ke­disiplinan, tanggung jawab, dan penguatan karakter. Da­tang tepat waktu, menjaga sikap, serta tetap fokus belajar meski berpuasa adalah bagian dari pendidikan karakter,”   tuturnya.

Ia juga mengimbau para orang tua untuk turut men­dukung kebijakan tersebut dengan memastikan anak-anak tetap menjaga pola is­tirahat yang baik.(ran)

Sumber: