Pemkot Serang Fokuskan Pembinaan, Anjal dan Gepeng Bertebaran
Kepala Dinas Sosial, Muhammad Ibra Gholibi saat diwawancarai wartawan di kantornya, belum lama ini. (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Keberadaan anak jalanan (anjal) dan gelandangan pengemis (gepeng) masih ditemui di sejumlah titik lampu merah dan ruang publik di Kota Serang.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memfokuskan penanganan pada aspek pembinaan dan rehabilitasi sosial.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang, Muhammad Ibra Gholibi mengatakan pihaknya rutin melakukan penjangkauan bersama Satpol PP setiap pekan. Langkah itu dilakukan untuk mendata sekaligus memberikan pembinaan kepada anjal dan gepeng yang terjaring.
“Jumlahnya dinamis, karena mereka berpindah-pindah dan sebagian berasal dari luar daerah seperti Tangerang dan Balaraja. Karena itu, penanganan kami lakukan secara berkala,” ujar Ibra saat dihubungi oleh Tangerang Ekspres, Kamis (12/2).
Mereka yang terjaring razia dibawa ke kantor Dinsos untuk didata dan diberikan arahan. Bagi yang memiliki potensi, Dinsos mengikutsertakan dalam pelatihan keterampilan, termasuk program pembinaan yang difasilitasi pemerintah provinsi.
Untuk anak usia sekolah, Pemkot mendorong agar kembali ke pendidikan formal maupun mengikuti program kejar paket. Edukasi juga diberikan agar anak-anak tidak kembali ke jalan.
“Kami tekankan bahwa hidup di jalan bukan solusi. Anak-anak harus kembali sekolah agar masa depannya lebih baik,” katanya.
Pemkot Serang juga menyediakan rumah singgah sebagai tempat penampungan sementara dengan masa tinggal maksimal tiga hingga tujuh hari. Jika membutuhkan rehabilitasi lanjutan, mereka dirujuk ke Sentra Galih milik Kementerian Sosial atau fasilitas rehabilitasi tingkat provinsi.
Menurut Ibra, faktor ekonomi menjadi penyebab utama anjal dan gepeng kembali ke jalan. Karena itu, selain penertiban, Pemkot berupaya memperkuat pembinaan dan pemberdayaan agar mereka memiliki alternatif penghidupan.
Pemkot juga mengajak masyarakat tidak memberikan uang di jalanan. “Kalau masih ada yang memberi, akan muncul lagi yang baru. Ini perlu kesadaran bersama,” tegasnya.
Sementara itu, pemerhati anak dari Genre Kota Serang, Jajang, menilai langkah pembinaan perlu diperkuat dengan program jangka panjang. Ia mendorong adanya pendampingan keluarga, akses pendidikan berkelanjutan, serta pemberdayaan ekonomi orang tua agar anak tidak kembali ke jalan.
“Penanganan harus menyentuh akar masalah. Ini bukan hanya soal ketertiban kota, tetapi perlindungan anak dan masa depan generasi,” ujarnya.
Dengan pendekatan pembinaan yang berkelanjutan, Pemkot Serang berharap persoalan anjal dan gepeng dapat ditekan secara bertahap dan lebih efektif. (ald)
Sumber:

