BJB FEBRUARI 2026

Pemkot Serang Fokuskan Pembinaan, Anjal dan Gepeng Bertebaran

Pemkot Serang Fokuskan Pembinaan, Anjal dan Gepeng Bertebaran

Kepala Dinas Sosial, Muhammad Ibra Gholibi saat diwawancarai wartawan di kantornya, belum lama ini. (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Keberadaan anak jalanan (anjal) dan gelan­da­ngan pengemis (gepeng) masih ditemui di sejumlah titik lampu merah dan ruang publik di Kota Serang. 

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memfokuskan pena­nganan pada aspek pem­binaan dan rehabilitasi sosial.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang, Muhammad Ibra Gholibi mengatakan pihaknya rutin melakukan penjangkauan bersama Satpol PP setiap pe­kan. Langkah itu dilakukan untuk mendata sekaligus mem­berikan pembinaan ke­pada anjal dan gepeng yang terjaring.

“Jumlahnya dinamis, karena mereka berpindah-pindah dan sebagian berasal dari luar daerah seperti Tangerang dan Balaraja. Karena itu, pena­nganan kami lakukan secara berkala,” ujar Ibra saat dihu­bungi oleh Tangerang Ekspres, Kamis (12/2).

Mereka yang terjaring razia dibawa ke kantor Dinsos untuk didata dan diberikan arahan. Bagi yang memiliki potensi, Dinsos mengikutsertakan dalam pelatihan keterampilan, termasuk program pembinaan yang difasilitasi pemerintah provinsi.

Untuk anak usia sekolah, Pemkot mendorong agar kem­bali ke pendidikan formal maupun mengikuti program kejar paket. Edukasi juga diberikan agar anak-anak tidak kembali ke jalan.

“Kami tekankan bahwa hidup di jalan bukan solusi. Anak-anak harus kembali sekolah agar masa depannya lebih baik,” katanya.

Pemkot Serang juga menye­diakan rumah singgah sebagai tempat penampungan semen­tara dengan masa tinggal mak­simal tiga hingga tujuh hari. Jika membutuhkan reha­bilitasi lanjutan, mereka di­rujuk ke Sentra Galih milik Kementerian Sosial atau fa­silitas rehabilitasi tingkat provinsi.

Menurut Ibra, faktor ekonomi menjadi penyebab utama anjal dan gepeng kembali ke jalan. Karena itu, selain penertiban, Pemkot berupaya memperkuat pembinaan dan pemberdayaan agar mereka memiliki alternatif penghidupan.

Pemkot juga mengajak ma­syarakat tidak memberikan uang di jalanan. “Kalau masih ada yang memberi, akan muncul lagi yang baru. Ini perlu kesadaran bersama,” tegasnya.

Sementara itu, pemerhati anak dari Genre Kota Serang, Jajang, menilai langkah pem­binaan perlu diperkuat dengan program jangka panjang. Ia mendorong adanya pendam­pingan keluarga, akses pen­didikan berkelanjutan, serta pemberdayaan ekonomi orang tua agar anak tidak kembali ke jalan.

“Penanganan harus menyen­tuh akar masalah. Ini bukan hanya soal ketertiban kota, tetapi perlindungan anak dan masa depan generasi,” ujarnya.

Dengan pendekatan pem­binaan yang berkelanjutan, Pemkot Serang berharap persoalan anjal dan gepeng dapat ditekan secara bertahap dan lebih efektif. (ald)

Sumber: